Monthly Archives: October 2014

Cerita Tentang Suami Part 2

Suami saya lagi seneng-senengnya makan cabe,,kalau saya masak kurang pedes malah komplain,,biasanya kalau kita belanja ke pasar tradisional harus beli cabe sampe 1 kilo booo,,sekalian buat persediaan. Beberapa hari yang lalu saya bikin sambel yang biasa aja, bahannya ya cabe sama garam plus sedikit minyak, berhubung dirumah belom ada ulekan jadi saya blander aja, jadi deh sambel ala kadarnya. Nah si suami yang keras kepala ini pernah lihat kalau di ternate (kampung saya di indonesia) orang bikin sambel biasanya cabe di goreng dulu abis itu di ulek sampe halus trus lanjut digoreng lagi, lah si bapak ini mau sambelnya dibuat kayak gitu juga, cape deh,,,

Saya : jangan digoreng cabenya, nanti malah tambah pedes, kamu enggak bakalan kuat makan sambel pedes-pedes

Suami : aku kuat kok, pokoknya aku gak mau makan sambelnya kalau cabenya enggak di goreng

Saya : ya udah kalau emang ngotot besok aku bikinin,,

Berhubung saya mau jadi istri yang soleha (dengar kata suami) besoknya saya langsung bikin sambel, baru goreng cabenya aja saya udah batuk-batuk saking pedesnya, yang saya takutkan itu tetangga sekitar rumah, namanya juga tinggal di appartemen, mau masak apa pasti kecium lah sama tetangga, ini malah goreng cabe yang ada bukan saya aja yang batuk-batuk malah tetangga ikut menderita, saya malah jadi khawatir takut mereka ketok pintu terus langsung komplain ke saya (untungnya sih gak, hehe), begitu sambel selesai di goreng trus masuk blander abis itu saya goreng lagi,,,wuiidiih,, dari baunya aja udah bener-bener pedes (suami,,tunggu aja ya kalau ntar kamu gak makan sambelnya,hihihi)

Malamnya kita makan malam pake sambel sesuai pesanan suami, awal makan wajah suami masih biasa aja, lama kelamaan,,keringat mulai bercucuran, wajah mulai berubah agak kemerahan,bibir juga mulai terlihat memerah, lamaan dikit bibir mulai terlihat bengkak (saya sih cuek aja), pertengahan makan langusng minum air es hampir satu botol, abis itu suami langsung berdiri nyari sesuatu untuk dimakan buat ngilangin rasa pedas yang kata dia *membakar* mulutnya, mondar-mandir didalam rumah kayak orang kebakaran jenggot (saking gak tahan sama pedasnya cabe dimulut),,,hahaha,,,gak kuat kan sama pedesnya,,sok jago makan pedes (istri yang jahat, katanya mau jadi istri soleha, gimana sih :-D)

Habis makan suami masih berkilah

Suami : Aku suka makan pedas tapi sambel kali ini terlalu pedas buat aku

Saya : lah, kamu kan mau sambelnya digoreng, jadi ya gitu hasilnya, bakalan tambah pedas

Suami : Tapi sambel yang aku makan di Indonesia enggak sepedas ini, kamu mungkin pakai cabe terlalu banyak

idiih kok malah saya yang disalahin, capee deh,,,

Advertisements

Hari Ulang Tahun

Hari ini saya berulang tahun looh,,,horeee,,,,yang ke,,,,,,hm,,,kasih tau gak ya,,? pada mau tau aja atau mau tau bangeet? ­čśÇ

Yup hari ini saya berulang tahun yang ke “26” pemirsaa,,, haduuh udah 26 aja,,,makin tua ya? tapi tetap berjiwa muda dong. Banyak yang ngucapin selamat ulang tahun baik itu sahabat, keluarga di Indonesia dan keluarga baru (keluarga suami) di Rumania. Ngapain aja saya di hari spesial ini? aktifitas seperti biasa aja, gak ada bedanya,, mulai dari tengah malam hp saya udah bunyi-bunyi sms terus, isinya ya ucapan selamat ultah semua dari sahabat dan sanak keluarga handai tauladan di Indonesia karena disana udah pagi dan disini masih tengah malam. Pagi hari sebelum suami berangkat kerja saya dapat ucapan selamat ulang tahun sambil di kecup dan di peluk mesra (padahal masih bau asyeeem dan masih ngantuk banget),,,ihiiiy,,,abis itu lanjut tidur lagi,,bangun agak siang lansung buru-buru mandi buat ke sekolah bahasa.

Disini tradisinya kalau ulang tahun harus bawa kue dan minuman ringan atau jus lah minimal ke tempat kerja (kalau kita kerja) atau ke sekolah untuk dibagikan ke temen-temen, semacam perayaan kecil-kecilan gitu, so akyuu bawa deh kue-kue kecil itu, disini disebutnya pastarelle, belinya sampe 2 baki karena takut kurang bisa-bisa saya di kirain pelit lagi,,hehe

Yang mau tau bentuk pastarelle kayak apa, ini dia contoh gambarnya (kalau pastarelle yang aku beli udah sekalian di bungkus plus di pitain pas nyampe sekolah langsung di makan jadi gak sempat di foto deh)

paste

Begitu nyampe sekolah langsung deh acara makan minum dimulai, gurunya langsung pasang pengumuman di papan tulis loh kalau hari ini hari ulang tahun saya (jadi berasa pusat perhatian,,tsssaah,,,), setelah kelar acara makan minum baru deh kegiatan belajar mengajar dimulai.

Pulang sekolah langsung buru-buru pulang biar cepat sampe rumah karena duiingiin pemirsa,,saya kan masih katro jadi tak kuat dingin,,Oh ya sejak kemaren cuaca di kota Roma ini udah mulai dingin, padahal 2 hari sebelumnya suhu masih berkisar 24┬░C tapi mulai kemaren suhu tiba-tiba drop ke kisaran 12┬░C, jadilah saya yang baru pertama kali merasakan musim dingin ini kedinginan ditengah jalan, apalagi pas anginnya kenceng,,beeeh berasa masuk ke tulang-tulang,,ini baru 12┬░c loh, gimana kalau minus ya,,hehe

Sampai rumah langsung tiduran dibawah selimut yang hangat,,sambil liat-liat foto yang dikirimin sahabat baikku echi dari jakarta, echi selain bikin status di BBnya dia juga sibuk bikin gambar ucapan happy b’day loh buat saya padahal dia lagi sibuk kerja tapi di sempet-sempetin juga, makasih ya echi,,,:-)

IMG_0505[1]

IMG_0509[1]

IMG_0510[1]

IMG_0511[1]

So sweet banget echi,,padahal setiap ulang tahun echi saya selalu lupa loh, bahkan gak pernah ngasih kejutan apa-apa (teman macam apa sih ini, katanya sahabat,,hehe), maafkan saya ya echi, sekarang malah jadi merasa bersalah karena selalu telat ngucapin selamat kalau dirimu berulang tahun, insya Allah tahun depan saya ingat kok, *ngeles*. Echi,,,pokoknya aku padamu banget deh,,, ­čśÇ

Lanjut,,,tidak lama kemudian suami pulang kerja dengan membawa seikat bunga spesial untuk istri tercinta yang lagi berulang tahun, suit suiiiiit,,,,makasih ya suami,,,

IMG_0531[1]

IMG_0528[1]

IMG_0521[1]

Tolong abaikan saja wajah jelek saya (yang baru pulang sekolah, bau asyeem, wajah beminyak langsung minta foto) bila disandingkan dengan bunga-bunga yang cantik itu,,hehe

Oh ya suami juga dah sekalian beli makan diluar yang berarti ekyee gak usah repot masak untuk makan malam hari ini ­čśÇ

malam di tutup dengan nulis di blog, selesai deh cerita ulang tahun hari ini, gak seru ya, tapi gak apalah di anggap seru aja ya pemirsa,,*malah maksa*

Grande Moschea Di Roma

Siapa bilang hanya ada gereja di Kota Roma? Di Ibu Kota Italia ini juga terdapat masjid megah, yakni Masjid agung Roma. Masjid ini merupakan masjid terbesar di Eropa looh,,so hari sabtu kemaren saya dan suami jalan-jalan liat mesjidnya sekalian shalat ashar disana. Sayangnya cuman bisa shalat di musollah kecilnya aja, karena untuk masjidnya sendiri di buka untuk umum itu hari jumat atau hari-hari besar umat islam lainnya (karena banyak yang datang buat shalat disana), untuk hari-hari biasa kalau mau keliling mesjidnya harus pake tour. Mau tau sejarah masjidnya? berikut liputannya,,,

Berlokasi di area Pusat Budaya Islam di Roma, masjid ini merupakan yang terbesar di Italia dan Eropa Barat. Pembangunan Masjid Roma yang memakan waktu sekitar delapan tahun (1984-1992) terlaksana berkat dana bantuan dari beberapa negara Islam, secara khusus Kerajaan Arab Saudi yang menyumbang sebesar 50 juta dolar AS.

Ide untuk membangun masjid ini dicetuskan oleh Raja Arab Saudi Faisal bin Abdul Aziz pada sekitar 1970-an. Rencana itu kemudian dimatangkan pada 1974 ketika Presiden Italia Giovanni Leone berkunjung ke Arab Saudi. Saat pertemuan kedua pemimpin, Geovanni menyambut baik usulan Faisal. Bahkan, ia berjanji akan me nyediakan tanah untuk lokasi pembangunan masjid itu. Na mun, ia memberi syarat, antara lain, pihak Raja Faisal harus menyediakan seluruh dana pembangunannya. Faisal langsung menyetujui.

Bangunan masjid berdiri di atas lahan seluas 30.000 m2, masjid karya arsitek Paolo Portoghesi, Vittorio Gigliotti, dan Sami Mousawi dibangun tahun 1984.

Masjid yang pembuatannya kelar pada 1995 itu bisa menampung hingga 40.000 umat. Ruang utama masjid ini mencontoh model masjid berarsitektur Islam dengan perpaduan gaya klasik Romawi.

Ruang ibadah berbentuk segi empat dengan halaman luas di luarnya ditambah air mancur di bagian tengah. Ruang ini bisa menampung sekitar 2.500 orang. Masjid ini dilengkapi antara lain dengan perpustakaan seluas 4.000 m2, ruang konferensi, dan pusat pendidikan bahasa Arab.

Di belakang masjid dua jalur terbentang sehingga menghasilkan sebuah latar belakang berbentuk horisontal antara masjid itu dengan gunung Parioli. Dua jalur tadi juga mengakomodasi bentuk lengkung masjid. Sekitar 100 pohon cemara Romawi juga menghiasi taman terbuka di kompleks masjid ini.

Efek pencahayaan juga merupakan hal yang secara detil diperhatikan Portoghesi. Pencahayaan pada 16 kubah pada masjid itu disaring oleh jendela yang menjadi media untuk memantulkan cahaya. Portoghesi membuat konsep penerangan pada masjid ini untuk mengekspresikan secara universal hubungan antara Allah dan manusia. Penerangan masjid ini dibuat melalui pembiasan cahaya dan penyinaran cahaya langsung ke dalam masjid.

Dalam struktur bangunan ini juga terlihat ciri khas Islam seperti dari lengkungan saling silang, pilar-pilar yang menggambarkan hutan Magribi dan dari lingkaran-lingkaran konsentris yang menggambarkan kosmologi tujuh langit. Intinya, masjid agung yang sebagian besar dibiayai oleh Kerajaan Arab Saudi ini begitu megah.

Islam merupakan komunitas religious lumayan besar di Italia. Mereka berasal dari berbagai penjuru dunia dengan bahasa dan status sosial yang berbeda-beda. Saat ini ada 800.000 pemeluk agama Islam di Italia. Empatpuluh ribu di antaranya berkebangsaan Italia. Kebanyakan pemeluk Islam ini terdiri dari imigran yang tiba dalam kurun waktu 20 tahun terakhir. Mereka berasal dari Maroko, Albania, Tunisia, Senegal, Mesir, Aljazair, dan negara-negara afrika Utara serta Timur Tengah.

(Informasi tulisan di atas di ambil dari beberapa sumber ya)

The Grand Mosque of Rome, the largest mosque in Europe 

The Grand Mosque of Rome, the largest mosque in Europe

The Grand Mosque of Rome, the largest mosque in Europe

The Grand Mosque of Rome, the largest mosque in Europe

The Grand Mosque of Rome, the largest mosque in Europe

IMG_0496[1]

 
IMG_0501[1]

IMG_0484[1]

(gambar-gambar pinjem dari http://taghribnews.ir/ dan koleksi pribadi juga ya)

Saat kami datang sepi banget, yang ada cuma satu orang security yang jaga di pintu gerbangnya sama ada satu orang bapak yang baru kelar shalat. Saya dan suami sekalian shalat ashar juga disana. Pengennya sih kalau saya ada waktu mau shalat disana lagi pas hari jumat gitu biar bisa masuk ke dalam masjidnya ­čśÇ

Cerita Tentang Suami Part 1

Kalau mbak noni punya “percakapan bodoh”, saya juga punya dong “cerita tentang suami”,,,ih ikut-ikutan deh,,hehehe,,(maaf ya mbak noni,,). Isi ceritanya biasalah seputar kehidupan sehari-hari saya dan suami yang menurut saya lucu, tapi gak tau deh menurut orang lain lucu apa gak, karena menurut saya lucu jadinya saya tulis deh ­čśÇ

Saya : Sayang,, do you want to try ‘abon ikan’ ? (ini abon ikan yang dikirim mama saya kemaren dari ternate)

Suami : No, i don’t want

Saya : why? you try to taste a little bit, its taste very delicious, if not then you just try to smell it

Suami : (nyoba nyium aroma abon ikan),,yaaakss,,,i don’t like how its smell

Saya : okay then I’ll just eat it

jadilah saya makan sendiri abon ikannya pake roti,,enaak bangeet,,suami liat saya makan abon ikan pake roti dia jadi penasaran, jadi dia ikutan nyobain makan pake roti juga, kata dia sih rasanya biasa aja, ya udah karena saya udah kelar makan duluan jadinya saya tinggal nonton tv, suami makan sendirian,,lagi asik nonton tv denger suara gaib dari dapur,,,,

Suami : why they only send one pack of abon ikan? its very delicious,,,

walaah bener aja pas saya liat kedapur itu abon ikan yang awalnya masih penuh 1 pack udah dia sikat tinggal setengahnya doang, cape deeh,,,iiih itu kan,,,doyan abon ikan malah bilangnya gak suka,,malu deh,,,

Tidak Punya “Last Name”

Orang Indonesia umumnya sudah terbiasa mendengar nama yang cuma satu kata. Di Indonesia pada umumnya, tidak penting nama seseorang hanya terdiri dari satu nama saja. Masalah muncul saat saya berencana pergi ke luar negeri. Kebanyakan negara di dunia mengenal nama yang terdiri dari minimal 2 kata. Kondisi ini seringkali menyulitkan saya yang hanya memiliki satu nama saja. Dengan satu nama saja urusan bisa panjaaaang. Nah, saya  punya pengalaman macam-macam tentang ini.

Pertama saat mau booking tiket untuk berangkat ke italy, karena nama saya cuma satu kata jadinya di double (jadi Mardiah Mardiah), saat mengurus visa di kedutaan Italy sih gak terlalu di permasalahkan untuk single name saya sampai masuk ke Italy pas di bagian imigrasi pun tidak banyak hambatan.

Masalah mulai timbul saat saya lapor diri di KBRI Roma, disana dikatakan bahwa dengan satu nama saja akan sulit bagi saya dalam pengurusan beberapa dokumen di Italy. Antisipasinya saya dibuatkan surat pernyataan oleh KBRI bermaterai dan di sahkan hukum setempat yang menyatakan bahwa penggunaan nama saya pada surname/family menjadi Mardiah Mardiah. Biaya untuk pembuatan surat ini kalau tidak salah seingat saya kurang lebih 120 euro ditambah beli materainya 16 euro boow (mahaal,,,biasalah keluhan manusia kere) surat ini yang kemudian saya bawa ke kantor imigrasi roma untuk pengurusan permit of stay saya. Surat pernyataan ini menurut saya adalah surat sakti, kenapa saya katakan surat sakti? karena begitu saya ke kantor imigrasi sebelum akhirnya saya dipanggil untuk wawancara kurang lebih saya harus melewati 3 loket untuk administrasi dll, dan ketiga loket itu semuanya menanyakan kenapa nama di passport saya hanya ada satu suku kata yang menurut mereka hal tersebut adalah hal yang aneh. Jadilah saya langsung keluarkan surat sakti dari KBRI itu dan diterima oleh mereka, begitu saya masuk wawancara pertanyaan yang sama muncul lagi dan lagi saya katakan bahwa kedutaan saya sudah membuatkan surat pernyataan terkait hal ini dan surat tersebut sudah saya ikut sertakan dalam dokumen persyaratan yang saya berikan.

Sebelum stay of permit saya disetujui, pihak imigrasi roma mengatakan untuk melakukan pendaftaran tempat tinggal kami yang sekarang, karena data tempat tinggal suami saya yang berbeda dengan data katru identitasnya (karena suami saya beberapa kali pindah apartemen) di kantor semacam kalau di indonesia mungkin catatan sipil kali ya. Sampai sana masalah lagi pemirsaaa,,, karena nama saya cuma satu suku kata dan lagi-lagi menurut mereka merupakan hal yang sangat aneh. Suami saya menjelaskan kalau kami punya surat pernyataan dari KBRI tapi sayangnya surat itu sekarang masih di pihak imigrasi untuk pengurusan permit of stay saya dan sialnya kami tidak punya fotocopynya. Jadilah mereka juga bingung gimana mau mengisi datanya kalau nama saya cuman satu suku kata saja, mereka malah sibuk mondar mandir nanyain rekan-rekan mereka yang lain karena menurut mereka hal ini merupakan hal yang tidak mungkin jika seseorang hanya memiliki satu nama saja (Heboh deh, biasa aja kali), datanglah salah satu staff yang lain dan meminta saya untuk menunjukkan akte kelahiran, untungnya akte kelahiran sudah saya terjemahkan kedalam bahasa italy sebelumnya melalui KBRI Roma. Setelah perdebatan yang panjang, akhirnya disetujui oleh mereka walaupun tetap dengan wajah penuh keheranan (saya sih bodo amat, orang namanya emang cuman satu, gimana dong?)

Surat dari catatan sipil saya bawa lagi ke kantor imigrasi Roma dan akhirnya disetujuilah permit of stay saya dan dikeluarkan dengan mencantumkan nama Mardiah Mardiah, sayangnya surat sakti itu tidak bisa dikembalikan lagi ke saya, di tahan di pihak imigrasi. Tetapi akan jadi masalah kalau saya mau mengurus surat-surat yang lain dan mereka menanyakan hal yang sama, akyuu kan tak bisa menunjukkan surat sakti itu lagi, masa harus bikin surat yang sama lagi ke kbri? mahal biaya *keluhan manusia kere* dan iya kalau mereka bisa mengeluarkan surat yang sama kalau gak gimana dong ceritanya? refoooot juga ya punya nama cuma satu suku kata, besok-besok Insya Allah  kalau saya punya anak namanya nanti langsung 3 suku kata biar gak rempong hore lagi,,

Rencana saya sih pas ganti paspor baru nanti (walaupun masih lama ya,,) pengennya nambahin nama ayah atau nama suami aja sekalian tapi takutnya malah jadi masalah karena semua identitas pribadi saya misalnya akte kelahiran, KTP, Ijazah mulai dari jaman SD sampai universitas cuma satu suku kata aja. jadi binggung masalah satu nama ini,,kira-kira saya harus masukkan penambahan nama di paspor berikutnya atau gak ya? ada yang bisa kasih saran? punya pengalaman yang sama dengan nama satu suku kata saja?

Dapat Kiriman Dari Ternate

Kemarin ada salah satu sodara saya dari Indonesia yang datang liburan ke Roma, saya sih manggilnya atu,,nah atu ini orangnya baik buuaaanget, sering banget jalan-jalan baik itu di Indonesia ataupun ke luar negeri, tiap kali atu mau jalan-jalan ke Italy pasti kabarin saya dulu, kali aja mama saya dari ternate mau nitip kiriman buat anak tercintanya disini,,jadilah langsung saya kabarin mama saya kalau atu mau ke italy. Walhasil kemaren janjian sama atu ketemu di hotel buat ambil kiriman (makasih ya atu udah mau bawain kiriman saya yang berat itu :-D), biasalah namanya juga orang endonesah,,masih bisa titip menitip barang, orang bule mana ada yang mau bawa titipan barang orang (kalau ada berarti saya yang salah menilai alias *sok tau*). So, mari kita list satu-satu ya barang titipan saya apakah sesuai dengan yang saya mandatkan kepada mama saya *lebay* :

  1. saya titip baju batik, di kirimin mama saya long dress batik plus baju batik lengan pendek untuk suami yang seragam sama long dress batik saya ditambah lagi mama saya ngirim gamis panjang tapi warnanya ijo gonjreng banget, saya jadi malu kalau mau pake di sini dengan ukuran yang agak besar alias kegedean, karena menurut pengamatan mama saya kalau badan saya sudah mulai melaaar jadi dikirimnya baju dengan ukuran yang sama dengan ukuran beliau *idih mama ngatain anaknya gendut ya?*. Walhasil kita memutuskan untuk kiriman berikutnya tidak akan lagi mengirim baju-bajuan karena kalau tidak sesuai selera dan ukuran yang tidak pas malah gak bisa dipake bajunya.
  2. saya titip minyak kayu putih plus minyak tawon,,saya suka bau minyak kayu putih apalagi pas cuaca dingin trus dipake dibadan jadi berasa hangaaat,,,kalau minyak tawon saya pake buat mijitin suami, kata orang baunya gak enak tapi kata suami saya baunya biasa-biasa aja tuh,, ­čśÇ
  3. saya nitip kecap ABC soalnya saya gak tau kalau disini ada yang jual atau gak (pengen masak tahu kecap pedaas), mama saya ngirim satu botol aja sih tapi cukup membuat saya senang
  4. saya nitip terasi,,dan mama saya lupa pemirsaaa,,jadi gagal deh rencana mau bikin sambel terasi,,,
  5. suami saya nitip kacang kenari yang udah disangrai khas dari ternate, temen-temen suami saya pada minta dibawain karena mereka juga suka tapii mama saya ngirimnya cuma satu pack, kata mama saya kacang kenarinya lagi kosong dipasaran karena baru selesai idul adha (orang pada bikin kue pakai kacang kenari jadinya seletah lebaran stock kosong)
  6. sagu (makanan khas dari maluku utara), sagu ini kalau di ternate jadi pengganti nasi, sebenarnya saya gak nitip ini tapi tetep di kirimin mama saya,, seneng banget deh, karena kalo lagi males masak nasi kan bisa makan sagu
  7. abon ikan, ini juga saya gak nitip tapi dikirimin juga sama mama tercinta,,duuuh baiknya mama *peluk mama*
  8. multivitamin, mama saya juga ngirimin multivitamin buat saya, katanya sih karena sudah deket musim dingin harus banyak minum vitamin biar gak gampang sakit *peluk mama lagi*

Selesai deh listnya,, sekarang saya mau ngucapin terima kasih buanyak buat mama sayaaang yang udah repot-repot mengirimkan ini semua,,love you mama,,and i miss you so much

temen-temen yang lain sering minta dikiriman apa ?

Setelah Tinggal Di Italia

Merasakan tinggal di Italia dalam jangka waktu beberapa lama merupakan pengalaman yang baru untuk saya. Bisa merasakan budaya lain, berinteraksi dengan orang dari latar belakang berbeda sampai belajar bahasa asing jadi tantangan tersendiri untuk saya. Mau tahu apa aja yang saya pelajari setelah menetap di negara italia?

  1. Belajar bahasa Italia itu penting. Alasan utamanya tentu saja untuk berkomunikasi dengan orang sekitar, membuat hidup di perantauan ini terasa lebih mudah. Kalau bisa ngomong bahasa mereka kan gak perlu lagi berlama-lama buka kamus kiri kanan saat ingin berbicara dengan mereka. Sekarang sih saya lagi ikut sekolah bahasa Italia tapi perkembangannya masih datar-datar aja nih, gak banyak kemajuan,,cape deeh,,
  2. Menjadi lebih mandiri. Kalau biasanya di Indonesia, harus selalu ada teman kemana-mana, ada teman yang bisa diajak jalan kapanpun, bahkan ke toilet aja bareng ma temen, haha.  Begitu pindah ke sini apa-apa dikerjain sendiri, gak ada temen yang mau nemenin macam di indonesia.
  3. Kangen makanan Indonesia. Ini dia nih yang paling berat dan baru nyadar sekarang, satu hal yang paling dikangenin dari Indonesia adalah makanannya. Tau sendiri kan makanan Indonesia memang enaknya minta ampun (menurut saya,hehe). Makanan disini rasanya cenderung lebih hambar. Bangga sebagai orang indonesia *tsaah,,,kibas rambut sambil kedip-kedip mata*
  4. (TERPAKSA) belajar masak. Ya iyalah, kalau saya gak masak ya saya gak makan. Pertama, harga makanan di sini itu jauh lebih mahal dibanding makanan yang dijual di Indonesia. Jika saya terus makan diluar, bisa-bisa tekor deh. Penghematan harus dilakukan di berbagai sektor. Selain itu, rasa makanannya juga belum tentu cocok dengan lidah saya dan belum tentu halal juga. Maka mau nggak mau, demi kepentingan dompet, perut dan kemaslahatan umat bersama jadilah saya mulai belajar masak.
  5. Batas toleransi makan bedas. Seiring waktu, kekuatan saya untuk makan hidangan pedas menjadi  berkurang. Karena di negara baru ini saya jarang bertemu makanan dengan level pedas ekstrem. Hal ini baru saya sadari beberapa hari yang lalu, saya bikin sambel biasanya dengan cabe segitu masih santai aja makanya, sekarang makan cabe segitu aja udah bikin sakit perut langsung diare.
  6. Tiba-tiba kangen berat dengan keluarga. hal ini sih memang bukan hanya yang tinggal di luar negeri ya, yang tinggal di indonesia tapi beda pulau juga pasti kangen, Tinggal jauh dari keluarga membuat saya sadar betapa pentingnya posisi keluarga di hidup saya. Mulai merasa menyesal kenapa gak menyadari hal ini selagi saya masih tinggal bersama di Indonesia.
  7. Ibadah jadi lebih rajin. Di sinilah saya baru sadar bahwa ibadah, menggantungkan diri pada Tuhan memang jadi sumber kekuatan satu-satunya saat saya nggak bisa berharap sama manusia.
  8. Tetap kangen Indonesia. Mereka boleh punya jalan yang nyaman, sistem transportasi umum yang oke, hingga sistem jaminan kesehatan yang membuat tenang. Tapi saya merasa hidup di Indonesia tetap lebih enak. Cuma di Indonesia kamu bisa ketemu tukang tambal ban, makan lotek sambal kacang yang enak banget, tukang gorengan batagor martabak manis di pengkolan jalan, nyalon murah meriah, hidup nyaman dengan gaji nggak seberapa. Tinggal  di negara orang membuat saya sadar bahwa saya memang cinta Indonesia. Bagaimana denga anda?