Monthly Archives: January 2015

First Wedding Anniversary

Ceritanya hari minggu kemarin adalah hari ulang tahun pernikahan kami yang pertama. yeay! gak berasa waktu cepat berlalu. Baru satu tahun? yealah baru juga setahun anak bawang banget sih, istilahnya masih pemula gitu dalam dunia perumahtanggaan *heleuh istilah apa pula itu*. Tidak ada perayaan apa-apa kok, dilewatin biasa aja, padahal jaman pacaran dulu kalau pas anniversary jadian kita malah heboh kirim-kiriman bunga lah, kirim video, kirim pesan dengan kata-kata romantis, macem-macem, sekarang? santaaaaiii kayak dipantai, mau ngerayain dengan liburan kayak yang laen tapi begitu cek tabungan *lah kok kosong?!*, lansung mengurungkan niat, atau mungkin teman-teman yang lain ada yang mau berbagi rejeki ke saya buat bayarin liburan saya? hitung-hitung buat nambah-nambah amal jariah gitu silahkan loh jangan malu-malu :-D.

Tahun pertama perkawinan ini menurut saya adalah masa-masa penyesuaian (banget), walaupun sudah pacaran kurang lebih hampir 5 tahun lamanya sampai akhirnya memutuskan menikah toh tetap ada saja kejutan-kejutan kecil seputar sifat atau kebiasaan baik dari pihak saya ataupun dari pihak suami yang tidak  ditemukan saat masih berpacaran dulu, Sebetulnya tidak ada yang berubah dari sifat asli secara drastis ya, hanya hal-hal kecil dan alhamdulillah bisa dilewati dengan baik, tidak sampai ada gonjang-ganjing yang berarti (ceileee bahasanya udah kayak infotaiment aja).

Anak? hm,,sampai saat ini belum ada planning ya, walaupun mama saya kalau di telepon ataupun lagi video call yang di tanyaain cuma ituuuu melulu sampai kuping panas dengernya tapi di doakan saja, mudah-mudahan datang di waktu yang tepat. Harapan saya mudah-mudahan rumah tangga ini tetap diberi keberkahan menjadi Keluarga sakinah mawaddah warohmah. Senantiasa sehat wal’afiat dan diberi kelimpahan kesabaran dan ikhlas menjalani agar bisa melewati tahun-tahun berikutnya dengan penuh keyakinan dan ketegaran.

Ya sudah tidak usah berpanjang lebar, bagi yang penasaran gimana muka saya pas acara kawinan tahun lalu *siapa loe?! sok artis* ini saya bagi beberapa fotonya 🙂

IMG_1003[1]

IMG_0559[1]

IMG_3500[1]

IMG_3498[1]

Jenis Kopi Di Italia

Minum kopi dipagi hari memang sudah menjadi ritual banyak orang, termasuk orang-orang di Italia.  Di Italia, orang mengonsumsi kopi dengan sangat cepat dan dalam frekuensi sering, tanpa mengobrol, membaca, atau duduk berlama-lama. Bedanya dengan  di Indonesia, tujuan orang ke coffee shop adalah untuk bertemu teman, meeting, atau bekerja dengan laptop. Orang Italia biasanya minum kopi itu di “bar”, jangan berpikir bar tempat orang minum-minum alkohol dan mabuk-mabukan ya. Kalau di indonesia kita biasa menyebutnya dengan kata “cafe” di sini disebutnya “bar”. Di Roma sini banyak tersebar “bar” hingga di sudut-sudut kota.

Orang Italia lebih menyukai kopi ‘asli’ yang sangat pekat. Oh ya, disini juga jarang ada orang yang minum kopi sambil duduk, semuanya berdiri, mungkin karena memang ukuran kopi yang diminum dengan gelas yang relatif kecil kali ya, diminumnya pun dengan hanya sekali teguk langsung ngacir pergi, pokonya gak pake acara berleha-leha alias berlama-lama.

Berikut ini ada beberapa jenis kopi yang biasa di minum di “bar” :

1. Normale, merupakan kopi yang lebih kita kenal dengan nama Espresso. Kopi murni yang disajikan dengan kental dan hitam dalam cangkir yang kecil ini merupakan jenis kopi ini yang paling popular di Italia. (suami saya biasanya suka minum kopi ini, kalau saya gak suka kopi ini soalnya pahit, biasanya suami saya nambahin satu sendok teh gula, tapi menurut saya tetep aja pahit)

2. Caffè Lungo, yaitu espresso, namun ukurannya dua kali lebih besar.

3. Cappuccino, merupakan salah satu minuman kopi yang popular di dunia. Kopi yang tersusun atas espresso, susu, dan foam ini hanya diminum orang Italia pada jam sebelum makan siang. Padahal, di belahan dunia lainnya cappuccino diminum kapan saja. (ini yang biasa saya minum, itupun saya tambahin 2 sendok teh gula. Ini karena orang Italia jarang yang meminum kopi mereka dengan gula. Jadi minuman kopi jenis apa pun yang kamu minum harus kamu tambahi gula sendiri, kalau di indonesia biasanya udah ditambahin gula sedikit kan ya, kalau masih kurang manis baru ditambah lagi :-D)

4. Caffè Macchiato merupakan kopi yang dicampurkan dengan sedikit susu atau busa panas. Unikya, susu tersebut tidak diaduk, melainkan hanya “diendapkan” dibagian atas espresso yang hanya mengisi sepertiga bagian gelas.  Hal tersebut dimaksudkan untuk melapisi espresso dari udara terbuka sehingga kopi tersebut dapat tetap panas lebih lama daripada biasanya.

5. Caffè Latte kebalikan dari caffe macchiato, merupakan jenis kopi yang juga patut dicoba di Italia. Jenis kopi yang berasal dari Amerika ini memiliki komposisi yang tersusun atas sepertiga espresso dan dua per tiga susu.  Setelah itu, akan ditambahkan foam setebal 5-10 mm diatasnya. (intinya lebih banyak susunya dari pada kopinya)

6. Marachino merupakan jenis kopi yang sangat nikmat dinikmati saat pagi hari. Berbeda dengan Macchiato yang hanya dilapisi dengan susu atau foam di atasnya, pada Marachino juga ditaburkan coklat di atas foam tersebut.

IMG_0945[1]
ketahuan orang indonesia, minum kopi aja mau duduk

Iya! saya kalau mau minum kopi bawaanya mau cari tempat duduk aja, males mau minum kopi berdiri-berdiri gitu, emang mau upacara bendera apa. *suami jambak-jambak rambut* kesel karena istrinya mau ngaso mulu.

Sebenarnya masih ada beberapa jenis kopi lainnya juga tapi pas kemaren dijelasin sama guru saya disekolah bahasa tidak sempat saya catat semua, apalagi alesannya kalau bukan “gak ngerti-ngerti banget dia ngomong apa”

Kalau kalian suka minum kopi gak? 🙂

Acara Ramah Tamah

Dalam rangka meningkatkan kebersamaan di antara masyarakat Indonesia yang ada di kota Roma dan sekitarnya, hari sabtu tanggal 3 januari kemarin Duta Besar Republik Indonesia di Roma mengundang seluruh masyarakat indonesia beserta keluarganya untuk hadir pada acara ramah tamah yang dilaksanakan di Kedutaan Besar RI Roma. Acaranya di mulai pukul 12.00 s/d 15.00.

Saya pas tau dapat undangan langsung girang banget, yang ada di otak saya hanya kepikiran bakalan makan makanan Indonesia yang enak-enak *langsung ngeces* dan hal lain yang bikin saya lebih girang adalah akhirnya saya bisa ketemu lagi dengan orang Indonesia dan bisa ngobrol asik pake bahasa Indonesia aja :-D. Saya kan juga pengen berbahasa Indonesia, kalau seandainya mau cerita lucu ke suami dalam bahasa inggris kayaknya kurang nendang deh kan bhs inggris saya pas-pasan, kalau dalam bahasa indonesia itu lucunya kan jadi maksimal.

Kembali ke acara ramah tamah, acara dibuka dengan sambutan dari Bapak Duta Besar RI Roma, sambutannya tidak lama dan berpanjang-panjang, singkat, padat dan jelas. Setelah itu para tamu langsung di persilahkan untuk  makan. Acaranya sendiri bebas, maksudnya bebas makan sampe perut kembung, ngobrol sampe jungkir balik juga terserah *lebay*. Namanya juga acara kumpul-kumpul yang ada ya makan sama ngobrol.

IMG_0953[1]

IMG_0968[1]

IMG_0960[1]

IMG_0961[1]

IMG_0962[1]

IMG_0954[1]
liat dong piring saya isinya lauk semua
Abis makan *sampe nambah* langsung cari temen-temen indonesia yang bisa di ajak ngobrol, casciscus casciscus. Suami saya? bersabar nungguin  istrinya ngobrol, untungnya ada yang ngajakin dia ngobrol juga jadinya dia gak bosen cuman nungguin saya doang, hehe.

IMG_0971[1]

IMG_0973[1]

IMG_0974[1]

IMG_0975[1]

selesai acara pulang dengan perut kenyang hatipun senang 🙂

New Year’s Eve

Akhirnya sudah 2015 aja,,tidak berasa waktu cepat berlalu. Tahun lalu bulan Januari 2014 saya lagi di sibukkan dengan mengurus hal hil wal tentang pernikahan, tahun ini? nyantai kayak di pantai 😉

Oh ya bagaimana cerita malam tahun baru teman-teman semua? yang saya baca dari postingan beberapa teman banyak yang memilih beristirahat di rumah saja. Saya pun awalnya berencana seperti itu, eh tidak disangka kemarin siang salah satu temen suami telepon untuk ngajakin nonton kembang api malam tahun baru di Colloseo/colloseum. Awalnya males karena kemaren seharian suhu udara sepertinya kurang bersahabat dengan diriku ini yang masih pemula tinggal di negara 4 musim, tapi karena ini tahun pertama ngerayain malam tahun baru di Roma, jadilah ikutan pengen liat juga, padahal sih gak penasaran, namamnya kembang api ya sama aja dimana-mana.

Begitu mau keluar rumah cek suhu menunjukkan 0 derajat yang membuat optimisme mulai rontok tapi berhubung sudah terlanjur ganti baju dan suami juga mengeluarkan kalimat penyegar telinga yang berbunyi seperti ini *only in the beginning when you’re going out from the house you will feel cold, but after that you will no longer feel cold* yang tidak terbukti kebenarannya, tetep aja saya kedinginan, hehe.

Begitu sampai di colloseo dengan drama jalan kaki agak jauh dikarenakan stasiun metro colloseo di tutup begitu pula satu stasiun sebelum colloseo juga di tutup otomatis saya harus turun 2 stasiun sebelumnya dong dan dilanjutkan dengan jalan kaki sampai ke colloseo, cape deh. begitu jalan mendekati colloseo orang udah bejibun, rame banget *ya iya lah adia,namanya juga malam tahun baru*, ada yang bikin panggung di tengah jalan muterin musik, nyanyi, orang-orang pada ikutan nari, joged termasuk temennya suami yang juga bawa keluarganya, saya sih nonton aja dari jauh sambil menunggu tahun baru.

Saat waktu menunjukkan 23.50 langsung buru-buru jalan mendekati colloseo, tapi udah terlalu banyak orang berkumpul, mau jalan ke arah sana udah berdesak-desakan, dan sudah bisa dipastikan badan saya yang kecil tapi tidak mungil ini kalah bersaing dengan orang-orang bule disini yang tinggi dan besar, pas desak-desakan kalau tidak di pegangin suami pasti sudah terlempar jauh dari arena,hehe. Karena temen suami itu bawa anak dan kasian anaknya juga ikutan berdesak-desakan walaupun anaknya di gendong, akhirnya kami menyerah untuk jalan maju lebih jauh ke depan, nonton kembang apinya dari belakang aja, toh kelihatan juga. ini beberapa foto New Year’s Eve nya

IMG_2173[1]

IMG_2205[1]

IMG_0913[1]

20150101_000726[1]

20150101_000735[1]

20150101_000730[1]

Happy New Year Everyone!!!