Arsip Bulanan: Januari 2020

Keindahan Pulau Dodola dan Pulau Zum-Zum di Morotai Maluku Utara

Melanjutkan cerita di part sebelumnya. So, setelah mengahabiskan beberapa hari di Kota Tobelo waktunya melanjutkan perjalanan ke Pulau Morotai. Untuk sampai ke sana ada dua pilihan transportasi yang sama seperti perjalanan pertama kami ke pulau halmahera (Sofifi), yakni naik speedboat durasi perjalanan kurang lebih dua jam atau naik kapal Ferry durasi perjalanan kurang lebih 4 jam!! dan seperti yang sudah-sudah si bule ngeyel gak mau naik speedboat selama masih bisa naik ferry maka dia maunya naik ferry aja. lebih aman katanya, hadeeh mama narik nafas panjang…..untuk jadwal ferry dari kota Tobelo ke pulau Morotai setiap hari hanya satu kali penyebrangan saja di jam 9 pagi. Seperti biasa kapal ferrynya baru meninggalkan dermaga para penumpang sudah pada selonjoran semua, mabok cyiiin. saya juga sih lumayan berasa pusingnya dan yang paling parah harus nahan perasaan mau muntah ini sampe 4 jam sodara-sodara!! saya sih gak apa yang kasian samir tapi untungnya setengah jam perjalanan anaknya ketiduran jadi lumayan lah dia gak terlalu tersiksa selama perjalanan, bangun pas udah hampir sampai di pulau Morotai. btw kali ini penumpangnya lumayan padat gak seperti perjalanan sebelumnya dari kota Ternate ke Sofifi, mungkin karena hanya ada satu kali jadwal ferry kali ya makanya penuh banget.

Siap untuk berangkat ke Pelabuhan
Pelabuhan Ferry Tobelo
Selalu ada cerita drama dibalik suatu perjalanan

Oh ya sedikit informasi tentang pulau Morotai di ambil dari wikipedia yakni Kabupaten Pulau Morotai (695 mil persegi/1.800 km²) adalah nama sebuah pulau sekaligus kabupaten definitif baru yang terletak di kepulauan Halmahera. Sebagai bagian dari Provinsi Maluku Utara. ia merupakan salah satu pulau paling utara di Indonesia.

Sampai di pulau Morotai langsung naik bentor ke Hotel tempat menginap, sebelum berangkat liburan saya minta tolong salah satu teman saya yang tinggal di Morotai untuk booking hotel biar gak ribet pas nyampe, memang betul sih saya sempat bilang ke dia untuk carikan hotel yang murah tapi yang penting penting ada AC nya, lalu dia menawarkan salah satu hotel dengan rate 250.000 dan ada AC di dalam kamarnya. Saat nyampe sana pas liat kamarnya langsung nelan ludah, ya ampun begini amat nih kamar, pas saya tanyakan petugas hotel harga kamarnya berapa dia bilangnya 300 ribu/malam (saya rasa harganya di mahalin dikit karena dia lihat bule yang nginep). Tempatnya agak horor juga sih menurut saya, pintu kamarnya juga udah rusak kayaknya, saya rasa di senggol dikit juga kebuka itu pintu😅, pas liat AC nya udah kayak AC berhantu mengeluarkan bunyi yang aneh-aneh, mana AC nya kayak mau jatoh gitu, belum lagi masuk kamar mandinya ya ampun, toilet jongkok dan bak nampung air dari plastik, ada kecoak pulak, saya rasa itu kecoak dah lama ngontrak di kamar itu,hehe. Berhubung pas nyampe disana kita lagi kelaparan banget maka kita putuskan untuk naruh barang dulu di Hotel, baru kita keluar lagi cari makan. Selama perjalanan di atas bentor yang ada dipikiran saya cuman saya bisa tidur nyaman gak ya di kamar itu, begitu sampe warung makan samir tetiba rewel nangis mulu gak mau berhenti tampa kita tau penyebabnya apa, mana makanannya lama banget lagi, kita udah kelaparan, yang ada kita tambah emosi anak nangis perut lapar pulak gak ada tenaga buat gendong samir, ditambah mikirin kamar hotel yang begitu amat, hahaha lengkap suda penderitaan “balada travelling bawa anak”. Sambil gantian sama suami gendong samir saya sembari cari di google info Hotel di pulau Morotai, kemudian buka traveloka juga liat kisaran harganya, walaupun lokasinya agak jauh dari pusat kota saya ketemu satu hotel yang lumayan masuk budget kami, langsung saya telepon hotelnya menanyakan ketersedian kamar untuk dua hari kedepan dan ternyata ada tapi harganya lebih mahal sedikit dari harga yang saya liat di traveloka but its okay lah dari pada saya harus tidur di kamar hotel yang sebelumnya. Akhirnya setelah kelar makan langsung balik ke Hotel yang pertama untuk ambil barang dan minta cancel kamar yang akan kami tempati tadi, dengan muka cemberut mas yang jaga Hotel tu akhirnya kami keluar dan menuju Hotel Molokai dengan rate kamar 500.000/malam *backpackers gagal!*😁.

Samir suka sekali naik Bentor

Hari itu kita habiskan dengan jalan-jalan saja di pusat kotanya. Besok paginya setelah sarapan langsung menuju wisata favorite di pulau Morotai yaitu Pulau Dodola!!! Pulau Dodola terletak di sebelah barat Pulau Morotai. Untuk sampai ke pulau Dodola harus menggunakan speedboat dengan harga sewa kisaran 700-800 ribuan dengan waktu tempuh kurang lebih 20 menit (kali ini suami gak bisa mengelak untuk gak naik speedboat karena cuma ini satu-satunya transportasi untuk bisa sampai ke Pulau Dodola,hehe). Pulau Dodola sebenarnya terbagi 2, yaitu Pulau Dodola Besar dan Pulau Dodola Kecil. Keindahan kedua pulaunya sih tidak berbeda jauh. Pasir pantainya putih banget dan halus kayak bedak tabur 😁 dijamin betah berlama-lama disana. Warna air lautnya hijau, jernih dan kebiru-biruan, benar-benar kagum liatnya dan uniknya, jika airnya sedang surut, kedua pulau ini terhubung jadi satu oleh pasir putih, jadi kita bisa jalan aja gitu dari Pulau Dodola besar ke Pulau Dodola kecil kurang lebih 5 menitan lah tapi panasnya itu loh ulalaaaa banget *mandi sunblock*, ini maksudnya panas mataharinya ya, kalau pasirnya gak panas sama sekali, dan beruntungnya kami datang kesana pas airnya lagi surut, yeay! info tambahan lagi di sana pastinya juga bisa snorkling dan diving, keindahan alam bawah lautnya juga gak kalah menawan, gak hanya itu saja, ada juga beberapa kapal dan pesawat perang yang karam. Sebab, Morotai pernah menjadi tempat peperangan antara Jepang dan sekutu pada Perang Dunia ke-2 (ceile…ngomongnya udah macam guru sejarah belum?)*benerin kacamata*😁. Pulaunya beneran masih asri dan belum terjamah tangan usil manusia. Fix Pulau Dodola jadi pulau terindah yang pernah saya kunjungi, recommended!!!

Didalam Speedboat
Tolong antarkan kami ke tempat tujuan dengan selamat ya Pak 😁
Airnya lagi surut jadi bisa nyebrang
Ayo berkunjung ke Pulau Dodola!!!

Setelah selesai menikmati pemandangan indah di Pulau Dodola kami di antar keliling pulau-pulau sekitarannya juga, salah satunya ke pulau Zum-Zum. Pulau Zum-Zum ini merupakan pulau bersejarah Karena menjadi salah satu tempat peristirahatan Jendral Douglas McArthur (seorang panglima pasukan Perang Pasifik) ketika terjadi Perang Dunia ke II. Pantainya juga lumayan indah, kita masih bisa lihat reruntuhan rumah bekas peristirahatan sang Jendral dan ada monumen Jenderal McArthur juga. Setelah puas lihat-lihat sekitaran pula Zum-Zum langsung minta pulang karena Suami harus berkejar waktu dengan shalat Jumat, sayang banget gak sempat ke pulau-pulau lain sekitaran situ, mungkin lain kali kalo ada rejeki balik lagi kesana, belum puas soalnya,hehe.

Sore hari kami habiskan dengan tiduuuuur aja di Hotel, maklum ya bawa anak kecil ya gak bisa ngoyo mau kesana kemari, harus sesuaikan jadwal istirahat anak juga. Malamnya lanjut jalan-jalan ke pusat kota, makan malam disana sambil lihat audisi Morotai Idol, lumayan hiburan sambil makan di pinggir pantai.

Besok paginya selesai sarapan nyantai-nyantai dikamar dulu abis itu langsung check out, mau pulang ke Ternate, naik pesawat karena gak sanggup kalo disuruh melintasi pulau halmahera yang panjang itu. Untuk penerbangan dari Pulau morotai ke Ternate dan sebaliknya hanya ada satu maskapai saja yakni Wings Air, pesawat kecil yang seat nya 2-2 itu loh, jadwalnya tiap hari satu kali penerbangan saja dengan durasi perjalanan sekitar 45 menit. Dengan Sampainya kami di Ternate maka selesai sudah perjalan liburan singkat akhir tahun kami bertiga, dengan awalnya naik KAPAL FERRY, kemudian melintasi halmahera naik MOBIL, lalu naik PERAHU ke tanjung bongo, jalan-jalan di Kota Tobelo naik BENTOR, kemudian naik FERRY lagi ke morotai, lalu naik SPEEDBOAT ke Pulau Dodola dan ditutup dengan naik PESAWAT pulang ke Ternate. Alhamdulillah capek,hahaha.

Bye-bye Morotai, See you next time!

Sebenarnya masih banyak sih tempat wisata menarik di Pulau Morotai tapi karena kami gak punya banyak waktu jadi ya gak sempat kemana-mana, kami bawa Samir juga jadi harus lihat kondisi anaknya jangan sampe kacapean jadilah gak sempat kalo harus ke semua tempat wisatanya, mungkin lain kali lah kalo ada rejeki balik lagi kesana, amiiin.

Oh ya, mohon maaf ya buat yang pengen komen tapi gak bisa, saya juga gak ngerti ini kenapa bisa kolom komentarnya timbul tenggelam, kemaren bisa di komen, sekarang udah gak bisa lagi, hayati heran deh 😅.

6th Wedding Anniversary

Alhamdulillah.. Hari ini genap 6 tahun saya dan pak Suami mengarungi bahterai rumah tangga, It has been 6 years that my husband and I have tied the knot. Gak berasa ya, 5 tahun pacaran kemudian 6 tahun menikah, wow berarti sudah 11 tahun saling mengenal. Pastinya banyak banget suka dan duka yang sudah kita lewatin bersama, gak perlu dijabarkan satu persatu.

btw Anniversarynya di rayain dengan makan ikan bakar di warung tenda, maklum tanggal tua, hehe

Terima kasih ya pak Suami, sudah menjadi suami dan sahabat yang baik. Doanya semoga langgeng terus ya kita dan Semoga di hari-hari kedepan, makin seru ya perjalanan kita. Aamin..

Panen Mangga

Barusan panen mangga jenis Harum Manis tapi belum semuanya sih baru sedikit aja karena memang belum mateng semua, hanya beberapa aja, suami yang naik buat ngambilin mangganya satu-satu dan saya sama Samir liatin aja dari bawah sambil bantu doa semoga dia gak jatoh, hahahaha.

Ini panen pohon mangga yang ada di halaman belakang rumah, yang di depan rumah masih ada juga tapi kebanyakan dah di colong sama tetangga sekitar. Padahal belum matang loh tapi tetap aja di ambilin sama mereka, heran deh aturan kan nunggu mateng dulu ya pasti kita bagi-bagi kok tapi belum mateng aja dah hilang semua. Alhasil yang punya mangga kebagian sisa-sisanya aja deh gak apa.😅

NB : btw kemaren mbak Nella kasih tau kalau komentar di postingan saya ditutup, dan saya juga baru tau karena selama ini gak memperhatikan juga ternyata kolom komentat saya gak ada! Makasih ya mbak Nella dah ngasih tau dan juga maaf ya teman-teman yang pengen komen tapi gak bisa, (cieee…berharap banget ada yang komentar di postingannya, hehe) saya juga gak tahu kenapa kolom komentarnya bisa hilang gitu ya, udah coba saya utak-atik di pengaturan dan gak ada yang salah, udah coba cari info di google dan di terapkan sesuai arahan mereka, semoga di postingan ini kolom komentarnya gak hilang lagi ya🙏

Liburan Akhir Tahun 2019

Selamat tahun baru untuk semuanya, tetap sehat dan semangat ya manteman😘. Hari ini mau cerita liburan akhir tahun kami di akhir bulan Desember kemarin. Kali ini liburannya gak jauh-jauh, hanya seputaran Maluku Utara saja, kami pergi ke pulau Halmahera (kota Tobelo) dan pulau Morotai. Ngapain kesana? karena mau lihat pantai-pantai yang cantik dan pemandangan alam yang indah, eaaak😍

perginya naik kapal ferry yang dibelakang itu

Untuk sampai ke pulau Halmahera (Sofifi), dari kota Ternate ada dua pilihan transportasi bisa naik speed boat durasi perjalanan kurang lebih 45 menit, atau naik kapal ferry durasi perjalanan kurang lebih 1,5 jam. Berhubung perginya bareng si bule penakut (papa Samir) doi gak mau naik speed boat, dengan alasan sering lihat berita banyak speed boat yang tenggelam/kebakaran saat melintasi pulau, dengan terpaksa hati ini galau harus naik Ferry, secara ya naik kapal ferry itu rasanya lama banget, belum lagi bikin mual karena jalannya pelan. Kalau naik speed boat gak berasa mual karena jalannya cepat. Berbekal antimo di dalam tas akhirnya kami bertiga trio kwek-kwek pergi naik ferry, belum juga 5 menit ferrynya berangkat meninggalkan dermaga perut ini mulai berasa mual, saya pikir cuma saya doang yang berasa mual, ternyata suami juga sama, terlebih Samir lebih parah, yang ada setengah jam perjalanan anaknya rewel tiada tara, kita berdua benar-benar gak kepikiran loh kalo samir juga bakalan mual, orang tua yang hanya memikirkan diri sendiri😅. Setengah jam sebelum tiba anaknya sudah mulai baikan, udah mulai main dan ketawa lagi. Begitu tiba di Sofifi kami masih harus naik mobil lagi ke kota Tobelo kota tujuan kami untuk menginap beberapa hari dan perjalanan dengan mobil dari sofifi ke kota tobelo 4 jam sodara-sodara!! dengan kecepatan kira2 100 km/jam dengan tikungan-tikungan tajam berasa naik mobil di sirkuit balapan, baru satu jam perjalanan saya mual, suami mual, samir muntah! ya ampun untung muntah di baju bapaknya! wkwkwkw kalo muntah dibaju saya bakalan repot ganti baju, jilbab, celana, di pinggir jalan, setelah Samir muntah akhirnya kami melipir ke tempat makan ala kadarnya dipinggir jalan supaya suami bisa ganti baju di mobil, cowok mah bebas ya mau ganti baju gak repot.

Dengan segala drama yang ada sampailah kami di kota Tobelo, akhirnya…hufft..buru-buru check in hotel lalu papa samir mandi duluan karena dia yang paling bau muntah,hahaha. Btw Tobelo ini merupakan ibu kota dari Kabupaten Halmahera Utara, Provinsi Maluku Utara. Lanjut cerita setelah mandi saya langsung kabarin salah satu teman baik saya yang kebetulan tinggal disana buat ketemuan, sekalian makan bareng karena kami bertiga lumayan kelaparan. Selesai makan pindah tempat nongkrong lagi, sampe malam dan kitapun berpisah, janjian ketemuan besok buat jalan-jalan bareng.

Ketemuan dengan Sahabat

Pagi harinya kami sewa mobil untuk ke kota galela, jarak tempuh kurang lebih satu jam dari kota Tobelo, harga sewa mobil 500.000 Rupiah seharian sama sopirnya sekalian. Kami ke galela karena mau ke tempat wisata Tanjung Bongo, tempatnya cantik banget, sering di juluki raja ampat mini lah, berhubung belum sanggup ke raja ampat yang asli jadi kami ke raja ampat kw aja dulu ya,hehe. Untuk sampai ke tanjung bongo dari pelabuhan galela masih harus naik perahu lagi guys, tapi gak lama sekitar 5-10 menit aja, tapi masalahnya ini harus naik PE-RA-HU !!! bukan speed boat, alamak makin deg-degan lah diriku yang gak bisa berenang ini, terpaksa menguatkan hati karena sudah datang jauh-jauh di marih kan ya dan ternyata emang gak nyesel datang kesana, tempatnya baguuuus banget, love love😘 tapi panasnya alaihumgambreng banget, fanaaas sodara-sodara, mandi keringat.

perginya pake perahu yang dibawah itu
pas di foto senyum tapi dalem hati mah takut kelelep😂

Setelah selesai foto-foto yang cuman sebentar itu karena gak kuat sama teriknya matahari disana akhirnya minta balik ke pelabuhan karena kasian anak-anak juga (dibaca : samir dan anak teman saya), perjalanan dilanjutkan ke tempat wisata lain sekitaran kota galela salah satunya Telaga Duma. Telaga Duma ini merupakan Danau terbesar di pulau Halmahera dan punya sejarah penting bagi penduduk setempat, airnya jernih banget dan tenang makanya cocok untuk mancing atau naik perahu romantis ala-ala film😁. Waktu kami kesana tempatnya sepi banget karena datangnya di hari kerja ya, menurut pak sopir yang nganterin kami biasanya pas weekend tempatnya rame pengunjung. Btw di tempat wisata ini juga terdapat peninggalan sejarah berupa bunker Jepang, karena saya penakut maka gak berani masuk kedalam bunkernya, hehe.

Telaga Duma
Sejarah Singkat Bunker Jepang Duma

Selesai di Telaga Duma kami mampir makan di tempat yang lumayan cakep juga pemandangannya, ada perkebunannya juga, tanam buah dan sayur, jadi mupeng sama tanaman mereka, beda banget dengan kebun suami saya di rumah yang berantakan dan tanamannya kena penyakit melulu😁. Selesai makan lanjut lagi ke tempat wisata lain yaitu Wisata air panas Mamuya terletak di kaki Gunung Mamuya. Sumber airnya berasal dari mata air Gunung Mamuya, airnya yang panas sangat baik untuk dipakai berendam. Tempatnya sangat sederhana, kalo gak ingat stok baju terbatas mungkin saya udah nyemplung ke dalam airnya, panas banget enak pastinya buat berendam. Selesai dari tempat wisata air panas mamuya walaupun baru jam 3 sore sudah gak sanggup pengen balik hotel dan mandi karena keringetan banget pas di tanjung bongo tadi, padahal pak sopir masih menawarkan untuk mengantar kami ke tempat wisata lain misalnya untuk lihat air terjun tapi diriku sudah tak sanggup lagi, lain kali aja deh pak kalau saya bisa balik lagi kesini ya. Malamnya kami hanya muter-muter didalam kota Tobelo jalan kaki dan naik bentor, sekalian cari makan malam juga. Oh ya karena di Kota Ternate sendiri gak ada bentor makanya kita suka banget naik bentor selama di tinggal di Tobelo terutama Samir.

Air Panas Mamuya
Si Bule yang senang banget naik Bentor

To be continued…