Monthly Archives: May 2015

Romania Trip Part 1

Kenapa ya setelah liburan itu biasanya paling susah move on, rasanya mau melakukan apapun jadi serba malas, termasuk nulis di blog juga gitu apalagi suruh berangkat kesekolah bahasa (padahal ujian sudah dekat). Tapi baiklah kumpulin semangat buat nulis kalau di tunda kelamaan malah lupa semua.

Ceritanya beberapa minggu yang lalu saya pulang kampung, tapi bukan kampung saya melainkan kampungnya pak suami di Romania sana. Oya yang belum tau Romania itu dimana/nama kota atau negara sekarang saya jelasin dikit ya kalau Romania itu nama negara, salah satu negara di Eropa timur, nama ibukotanya Bucharest. Kenapa saya jelasin? karena kebanyakan banyak yang salah paham ketika saya menyebut nama Romania mereka berpikir sama dengan kota Roma (kasusnya udah beberapa kali orang salah paham soalnya). Negara Romania dan kota Roma itu beda ya, “Romania” ibu kotanya Bucharest sedangkan Negara Italia ibukotanya “Roma”.  Jelas gak sih? jangan- jangan malah makin bingung?hehe, mudah-mudahan jelas ya seandainya kurang jelas bisa buka peta dan lihat sendiri πŸ™‚

Kota suami saya namanya Botosani, lumayan jauh dari ibukota Bucharest, Botosani ini kota kecil terletak di bagian utara negara Romania, saking ke utaranya jadinya hampir dekat ke perbatasan dengan Negara Ukraina ( untung perangnya gak nyampe sana ya) dan berbatasan juga dengan Rep. Moldova. 

Trip ke Romania diawali dengan salah kostum karena menurut pertimbangan pribadi yang cenderung sok tau kalau cuaca di Roma, Italia saja panasnya sudah cetar membahana jadi kemungkinan di Romania juga 11/12 lah, ternyata salah besar ya! di Romania masih dingin, suhu malam dan pagi hari masih dibawah 10 derajat dan suhu siang hari paling tinggi 17 derajat (saat itu) yang menurut saya suhu segitu masih dingin :-D. 

Selama di sana perkembangan bahasa Romania saya…..biasa aja,hehe, ya iyalah saya kan gak bisa ngomong dalam bahasa Romania, tapi herannya pas dengerin mereka ngobrol saya mengerti apa yang mereka omongin (antara mengerti dan sok tau itu beda tipis ya,hehe). Sepertinya efek kebanyakan nonton tv dengan chanel tv Romania nih makanya jadi mengerti bahasanya dikit…dikit loh ini gak banyak. Ketika berbicara dengan ibu mertua sekarang sudah tidak terkendala bahasa lagi, kami pake bahasa italia karena beliau bisa sedikit berbahasa italia, sisanya dicampur-campur antara bahasa Romania dan bahasa Italia, jadi gak repot suruh suami jadi penerjemah setiap saat. 

Berangkat ke Romania dengan paspor ijo gak perlu visa karena saya punya stay of permit dari Italia, di wawancara sedikit sama petugas imigrasi tapi karena datang bersama suami jadi suami yang bertugas menjawab semua pertanyaan yang di ajukan petugas imigrasi yang jarang senyum itu, entah emang gak hobi senyum atau memang lagi sakit gigi *dilempar cap sama petugas imigrasinya*. Rasanya kok diwawanara sebentar tapi ternyata lama, karena pas saya maju depan meja imigrasi masih banyak antrian di belakang saya namun karena saya lama jadinya antrian dibelakang saya pindah keloket sebelahnya sampai loket sebelahnya kosong dan petugas imigrasinya juga sudah pergi saya masih aja belum kelar, cape deh. tapi alhamdulillah gak banyak kendala paspor ijo pun di cap dan welcome to Romania!

Jadi saya ngapain aja di sana? Selain tujuannya untuk menjenguk ibu mertua, saya juga menyempatkan diri untuk main ke beberapa kota di Romania loh!. Mau tau ke kota mana saja? tunggu postingan berikutnya ya πŸ˜‰ *sok drama biar pada penasaran*

  
#dilarang komen perbedaan tinggi badan saya dan suami yak πŸ˜›

Advertisements

Shalat Jumat di Grande Moschea Roma

Tanggal 1 Mei kemarin di peringati sebagai Hari Buruh di Italia, jadi setiap tanggal 1 Mei termasuk hari libur nasional disini ( di Indonesia juga kan ya?). Karena tanggal 1 kemarin bertepatan dengan hari jumat akhirnya kami bisa juga ikutan shalat jumat di salah satu mesjid terbesar di Roma ini (denger-denger sih katanya salah satu mesjid terbesar di Eropa). Sebenarnya kami sudah beberapa kali datang kesini tapi seringnya pas weekend, kalau weekend mesjidnya sepiiii puuoooolll, jadi berasa seorang diri :-). 

Karena hari jumat banyak yang pada datang shalat jadinya rame banget mesjidnya (ya iya lah!) di depan mesjid banyak yang jualan makanan halal kebanyakan makanan dan jajanan khas dari Turki, Mesir, Tunisia, Maroko dll. yang datangpun kayaknya hampir merata dari berbagai bangsa selain dari beberapa negara muslim di atas banyak juga yang berasal dari bangladesh, senegal, dan beberapa negara eropa lainnya. Tau dari mana? saya dan suami sok tau nebak-nebak aja dari gaya berpakaian mereka dan bahasa yang mereka gunakan (efek dari datang kecepetan jadinya nunggu shalat sambil duduk di depan mesjid dan perhatiin orang yang lewat:-p). 

Khotbah jumatnya dalam dua bahasa yakni bahasa Arab dan bahasa Italia. Selesai shalat langsung ngacir ke luar mesjid buat beli makan karena perut sudah keroncongan minta di isi. Oh ya di mesjid juga saya sempat ketemu beberapa orang Indonesia (teman-teman pengajian di KBRI). Hampir lupa kalau saya punya pengalaman pertama di tegur salah seorang ibu (sepertinya dari mesir/turki) begitu lihat saya masuk ke dalam mesjid si ibu langsung narik tangan saya sambil bicara dalam bahasa italia kalau pakaian yang saya pakai saat itu haram! sekali lagi ibu itu dengan keras nunjuk baju saya dan berakata Haram! dipakai untuk shalat (saat itu saya pakai atasan kaos dan celana jeans dan tentunya berjilbab dong) yang menurut ibu itu mungkin pakaian saya terlalu ketat padahal “menurut saya” sekali lagi hanya “menurut saya!” longgar kok :-D, setelah saya perhatikan dan telaah lebih jauh *eaaaak* ternyata si ibu itu mikirnya saya pakai baju kaos dan celana jeans itu untuk shalat. Dengan sigap langsung buka tas dan keluarin mukena (yang udah kelipat-lipat gak karuan) *masya Allah giliran baju untuk ketemu pacar disetrika dengan rapi, baju untuk ketemu Allah (dibaca : mukena) malah asal lipat, ya Allah maafkan hambamu ini…hehe. Setelah keluarin mukena lalu tunjukin ke ibunya baru deh kata-kata haram yang di keluarkan si ibu berhenti *huuuufffttt*. 

Kenapa si Ibu ini mikir saya shalat hanya dengan baju kaos dan celana jeans saja? karena memang banyak yang datang hanya pake baju yang di badan saat itu di pakai untuk shalat, gak ada yang pake mukena macam saya dan beberapa teman orang Indonesia. Moral of the story : Lain kali sebelum masuk ke mesjid mukenanya langsung saya pake aja. 

  
#eh ada pak ustad πŸ˜‰

  
#tuh yang pake mukena hanya orang endonesah aja

Pulang shalat mampir sebentar di salah satu taman yang lokasinya gak terlalu jauh dari mesjid. Mumpung cuaca sekarang sudah mulai bersahabat. Nama tamannya “Villa ada”, banyak keluarga yang lagi pada piknik, anak-anak muda (termasuk saya πŸ˜‰ ) lagi pada nongkrong, olahraga, maen bola, naek sepeda dll. saya? duduk santai sambil memandangi danau πŸ™‚

  
#Gimana? gaya saya udah macam model-model kalender werteg belum?

  
#Bang, lagi mikirin neng ya?