Setelah Tinggal Di Italia

Merasakan tinggal di Italia dalam jangka waktu beberapa lama merupakan pengalaman yang baru untuk saya. Bisa merasakan budaya lain, berinteraksi dengan orang dari latar belakang berbeda sampai belajar bahasa asing jadi tantangan tersendiri untuk saya. Mau tahu apa aja yang saya pelajari setelah menetap di negara italia?

  1. Belajar bahasa Italia itu penting. Alasan utamanya tentu saja untuk berkomunikasi dengan orang sekitar, membuat hidup di perantauan ini terasa lebih mudah. Kalau bisa ngomong bahasa mereka kan gak perlu lagi berlama-lama buka kamus kiri kanan saat ingin berbicara dengan mereka. Sekarang sih saya lagi ikut sekolah bahasa Italia tapi perkembangannya masih datar-datar aja nih, gak banyak kemajuan,,cape deeh,,
  2. Menjadi lebih mandiri. Kalau biasanya di Indonesia, harus selalu ada teman kemana-mana, ada teman yang bisa diajak jalan kapanpun, bahkan ke toilet aja bareng ma temen, haha.  Begitu pindah ke sini apa-apa dikerjain sendiri, gak ada temen yang mau nemenin macam di indonesia.
  3. Kangen makanan Indonesia. Ini dia nih yang paling berat dan baru nyadar sekarang, satu hal yang paling dikangenin dari Indonesia adalah makanannya. Tau sendiri kan makanan Indonesia memang enaknya minta ampun (menurut saya,hehe). Makanan disini rasanya cenderung lebih hambar. Bangga sebagai orang indonesia *tsaah,,,kibas rambut sambil kedip-kedip mata*
  4. (TERPAKSA) belajar masak. Ya iyalah, kalau saya gak masak ya saya gak makan. Pertama, harga makanan di sini itu jauh lebih mahal dibanding makanan yang dijual di Indonesia. Jika saya terus makan diluar, bisa-bisa tekor deh. Penghematan harus dilakukan di berbagai sektor. Selain itu, rasa makanannya juga belum tentu cocok dengan lidah saya dan belum tentu halal juga. Maka mau nggak mau, demi kepentingan dompet, perut dan kemaslahatan umat bersama jadilah saya mulai belajar masak.
  5. Batas toleransi makan bedas. Seiring waktu, kekuatan saya untuk makan hidangan pedas menjadi  berkurang. Karena di negara baru ini saya jarang bertemu makanan dengan level pedas ekstrem. Hal ini baru saya sadari beberapa hari yang lalu, saya bikin sambel biasanya dengan cabe segitu masih santai aja makanya, sekarang makan cabe segitu aja udah bikin sakit perut langsung diare.
  6. Tiba-tiba kangen berat dengan keluarga. hal ini sih memang bukan hanya yang tinggal di luar negeri ya, yang tinggal di indonesia tapi beda pulau juga pasti kangen, Tinggal jauh dari keluarga membuat saya sadar betapa pentingnya posisi keluarga di hidup saya. Mulai merasa menyesal kenapa gak menyadari hal ini selagi saya masih tinggal bersama di Indonesia.
  7. Ibadah jadi lebih rajin. Di sinilah saya baru sadar bahwa ibadah, menggantungkan diri pada Tuhan memang jadi sumber kekuatan satu-satunya saat saya nggak bisa berharap sama manusia.
  8. Tetap kangen Indonesia. Mereka boleh punya jalan yang nyaman, sistem transportasi umum yang oke, hingga sistem jaminan kesehatan yang membuat tenang. Tapi saya merasa hidup di Indonesia tetap lebih enak. Cuma di Indonesia kamu bisa ketemu tukang tambal ban, makan lotek sambal kacang yang enak banget, tukang gorengan batagor martabak manis di pengkolan jalan, nyalon murah meriah, hidup nyaman dengan gaji nggak seberapa. Tinggal  di negara orang membuat saya sadar bahwa saya memang cinta Indonesia. Bagaimana denga anda?
Advertisements

18 thoughts on “Setelah Tinggal Di Italia

  1. Hahaha😝😝😝 Sama persis seperti yg aku rasakan waktu tinggal di Australia dan Kolombia (kecuali utk yg nomer 4), dan bahkan waktu sekedar jadi turis di beberapa negara lainnya di 6 enam benua ituh..sigh..😄 Makin sering terpapar keragaman budaya, semakin kita menghormati perbedaan, dan semakin kita mensyukuri yg kita punya..

    Like

      1. Aku ini tukang masak aneh.., masak apapun bahan makanan yg ada di pasar dan gak pake resep, dikira-kira dan improvisasi aja sesuai yg dipunya.. Jadi pas ditanya resep, bingung sendiri😝

        Like

  2. Syukurlah sekarang sudah bisa mandiri, apa2 sendiri klo tidak di mulai dari sekarang kapan lagi…..
    ayuk semangat belajar bhs italy ntar klo aku kesana gak perlu ajak andrei (ahahaa jahatnya) ya biar aku bisa liat cowo2 italy yang ganteng2 heheee 😀

    Like

  3. Arghh aku baca artikel ini, Italy jd wishlist aku ngetrip tahun ini XD khususnya Florence sama mau sepedaan di Assisi, tapi dirimu udah balik ke Indonesia sih ya, jadi tidak bisa ketemu deh 😦

    Maap yaa aku nyampah mulu di komen mulu nih :p

    Like

    1. Hallo Ema, apa kbr? tipsnya..hm…kayaknya asal rajin di ulang2 terus ngomong dlm bahasa italy plus rajin dengerin orang ngomong juga pasti lama kelamaan kado terbiasa deh, kalo selalu terpapar/ terbiasa dgn bahasa yg sama jadilah gak banyak lupanya 😉

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s