Prosedur Pendaftaran Pernikahan Di Romania

Postingan ini di buat sebagai informasi untuk membantu teman-teman yang berencana menikah dengan pasangan yang berasal dari negara Romania pada umumnya dan khususnya untuk beberapa teman-teman atau mbak-mbak yang mengirimkan email pertanyaan ke saya. Untuk proses legalisasi buku nikah di Indonesia bisa di baca disini. Setelah melakukan legalisasi buku nikah di 3 kementrian dan kedutaan Romania di jakarta dengan tujuan agar akta atau dokumen yang dibuat di Indonesia sah menurut hukum internasional, maka seluruh dokumen bisa di kirim langsung ke Romania untuk mendaftarkan perkawinan kita di sana, jadi kita tidak diharuskan lagi untuk menikah ulang disana.

I. Legalisasi dan terjemahkan dokumen di Kedutaan Besar RI di Romania

Terjemahkan semua dokumen yang berkaitan dengan pencataan pernikahan yang akan dilakukan di sana, mulai dari akte kelahiran WNI, Buku nikah dll. Beruntung karena buku nikah yang dari KUA sekarang sudah terdiri dari 2 bahasa yakni bahasa Indonesia dan bahasa Inggris, sehingga bisa juga di terjemahkan di Indonesia melalui kedutaan besar Romania di Jakarta.

Pengalaman saya : Buku nikah di terjemahkan secara lengkap ya, maksudnya secara keseluruhan yakni seluruh tulisan yang terdapat di cap legalisasi (tulisan yang kecil-kecil kesannya udah gak kebaca terus yang udah tumpang tindih sama tulisan-tulisan lain dibuku nikah pun tetap harus di terjemahkan).

Nb : Biaya untuk penerjemahan dan legalisasi melalui KBRI di bucharest dibayarkan dalam bentuk mata uang Dollar Amerika, mereka TIDAK MENERIMA mata uang dari Romania. Biaya kurang lebih 100$-150$, tergantung banyaknya dokumen yang di terjemahkan

II. Legalisasi Di Kementrian Luar Negeri (Ministerul Afacerilor Externe) Romania 

Setelah buku nikah selesai di terjemahkan maka bisa langsung dibawa ke kementrian luar negeri Romania yang ada di Bucharest untuk di legalisasi (lagi, huufftt). Dokumen yang di perlukan untuk legalisasi antara lain

  • Terjemahan dan legalisasi buku nikah dari Kedutaan Besar RI di Romania
  • Akte kelahiran suami dan istri
  • Foto copy passport (untuk WNI) dan fotocopy kartu identitas (untuk WN Romania)

Nb : siapkan saja dokumen pendukung lainnya untuk berjaga-jaga jika di butuhkan

III. Kantor catatan sipil (oficiul starii civile)

Setelah selesai proses legalisasi di kementrian luar negeri Romania maka dokumen dibawa kembali ke kantor catatan sipil (oficiul starii civile) sesuai domisili kartu identitas suami/istri kita.

Pengalaman saya : Begitu akan di daftarkan ternyata mereka menolak karena nama saya hanya memiliki satu kata (single name saja pemirsa) sehingga menyulitkan mereka untuk mengisi data karena menurut mereka di mana-mana nama paling tidak ada dua suku kata (nama depan dan nama belakang) yang mau tau repotnya pengalaman saya mengurus dokumen di Italia dengan nama yang hanya satu suku kata, bisa di baca di sini. Dengan susah payah kakak ipar saya disana mengurus kesana kemari sampai akhirnya mereka mau mangeluarkan akta pernikahan kami dengan MENGOSONGKAN nama depan saya dan mengganti nama depan saya menjadi nama belakang!

Nb : untuk semua urusan di ibukota bucharest saya pakai jasa agen dengan biaya kurang lebih sekitar 250-300 Euro, sedangkan untuk urusan di kantor catatan sipil domisili suami di bantu oleh kakak ipar saya yang pada saat itu sedang hamil besar tapi rela mondar mandir ngurusin dokumen kami. *hug kakak ipar*

IV. Kedutaan Besar Romania di Jakarta

Setelah akta pernikahan dari Romania keluar  maka seluruh dokumen bisa dikirimkan kembali ke Indonesia untuk selanjutnya di bawa ke Kedutaan Besar Romania di jakarta sebagai syarat untuk pengajuan visa kumpul keluarga, jadi ini prosesnya dokumen dilegalisasi di INDONESIA kemudian di kirim ke ROMANIA, setelah di legalisasi dan di daftarkan di sana lalu berkas di kirim kembali ke INDONESIA.

Nb lagi : untuk kasus saya sendiri lebih kompleks karena suami saya tidak berdomisili di negaranya melaikan di negara italia dan tujuan domisili kami adalah di negara tersebut, sehingga pengurusan segala dokumen dilakukan melalui 3 negara yakni Indonesia, Romania dan Italia. Lain waktu akan saya posting bagaimana prosesnya yang lumayan membutuhkan tingkat kesabaran ala dewa dan bisa bikin sakit kepala *minum obat trus tidur* 🙂

Advertisements

74 thoughts on “Prosedur Pendaftaran Pernikahan Di Romania

      1. Iya peraturannya beda-beda ya. Kalo di sini masuk dengan visa turis gak harus tiket bolak-balik tapi memang visa Schengen beda sama visa di sini. Menurut pengalamanku Schengen memang strict sekali dengan berapa lama kunjungan dll. Tau gak visa Oz kayaknya paling mahal deh…belagu banget pemerintahnya di sini hahaha…aku udah cek saking kaget dan tahun ini naik 50% lagi ckckckck….

        Like

      2. oh ya?aku baru tau kalo visa Oz mahal malah naik 50%, kalo visa Schengen emang lumayan banyak syaratnya tapi untuk visa kumpul keluarga gratis,hehe udah gitu di visa jelas2 tulis visa for family reunion aja masih msh pake adegan drama di tahan di meja check in krn tipe visa tetap visa C (visa turis) dan tetap di suruh beli tiket PP tapi setelah berkutat lama dengan nunjukin bukti2 buku nikah dan sebagainya akhirnya lolos juga 😀

        Liked by 1 person

      3. Oyaaaaa?? enak banget gratis. Visa Oz siih setahun bisa naik dua kali dan rate apply dari Indo atau apply di sini beda (mahalan di sini tapi lebih cepat). Iya..visa turis Schengen makin ketat aku liat dari pertama aku ke sana sampai sekarang. Dulu asuransi gak pernah diminta. Hahaha..iyaa hebooh ya aku baca di postinganmu Dhy ceritanya. Itu kurang awarenya orang Indo kali karena mereka pukul rata aja kalo ke luar harus ada tiket balik.

        Like

    1. *pas bangun tidur tambah pusing kuadrat,hehe
      udah dong, makanya dah nyampe italia, itu pengalaman baru kelar nikah mbak nel, masih di sibukkan dengan pengurusan dokumen. sekarang udah kelaaaar bebas 😀

      Like

  1. wah kebayang deh sakit kepalanya dhy. urusan dua negara aja udah senut-senut apalagi tiga negara. angka dollarnya itu lho, mungkin krn pake agen kali ya?

    syukur ya skrg udah beres semua.

    salam
    /kayka

    Like

    1. kok saya baru baca ya komen yg ini,perasaan udah dibls ternyata belum,hehe
      iya nih mb Kayka,segala urusan ini memang memakan waktu,pikiran dan tentunya duit ya,liat angka2 dollarnya itu biking pusing, terpaksa pake agen krn gak ada yg bisa di mitai tolong untuk urus dokumen ke ibukotanya 🙂

      Liked by 1 person

    1. ini karena ada beberapa teman yang sering tanya di email jadi sekalian di sharing. masa mas Dani masalah dokumentasi kurang rapi sih? kalo liat dari tulisan2nya di blog sangat tertata kok 🙂

      Like

  2. Informatif sekali ini, pasti yg nyari info serupa kebantu deh 😀 kompleks emang urusan birokrasi gini yah Dhy (sok akrab ikut2an yg lain..hihi) , aku aja cuman baca2 ut ngurus kawinan di Bekasi dah puyeng..haha..

    Like

      1. Aku sih sampai saat ini belum perlu mengurus apapun.., selain punya visa kunjungan regular berlaku 3 tahun utk keluar masuk Australia. Pemerintah Australia tidak punya aturan harus mencatatkan pernikahan warganya yg menikah di luar negeri (dengan orang asing ataupun sesama WN Australia). Sepanjang pernikahan tsb dianggap sah di negara tempat menikah dan tidak melanggar ketentuan pernikahan di Australia, ya berarti sah dan diakui sebagai suami/istri dari WN Australia tersebut.
        Pernikahanmu kan sekarang sudah tercatat di Romania, apa itu otomatis kamu jadi punya izin tinggal di Romania tanpa batas waktu kadaluarsa?

        Liked by 1 person

      2. untuk ijin tinggal seandainya domisili di Romania sepertinya berjangka waktu mb em,belum ada yg tanpa batas waktu, untuk di italia sini aku dapat ijin tinggal langsung 5 tahun krn romania msh masuk uni eropa,kalo temen2 sekolah bahasa aku misal yg dri philipina hanya dpt 2 tahun krn suami mrk dari philipina.
        visa kunjungan regular berlaku 3 tahun ya?trus selama tinggal di sana tetap harus punya surat ijin tinggal jg kh mbak?peraturan pemerintah australia yg tidak mengharuskan warga negaranya mencatatkan pernikahan lebih memudahkan ya,jadi gk repot harus kirim dokumen kesana kemari 🙂

        Like

      3. Secara umum, birokrasi pernikahan internasional di Australia kayaknya lebih simpel tapi lebih mahal daripada hal sejenis di negara-negara Eropa..
        Visa kunjungan regular itu bisa utk keperluan berbagai macam. Yang paling sederhana adalah utk tourism, biasanya dikasih single entry berlaku 3 bulan. Utk keperluan lain yg lebih kompleks biasanya dikasih multiple entry berlaku 1 s/d 3 tahun. Pertama kali ke Oz 2009 aku dapet single entry yg 3 bulan, selanjutnya dapat multiple entry yg 1 tahun. Yang terakhir diurus di 2014 dapat yg 3 tahun. Setiap kunjungan diijinkan tinggal selama 3 bulan dan tak perlu ada ijin lainnya. Nanti kalo mau menetap di sana, aku harus ajukan partner visa yg mahal dan ribet tapi gak seribet yg kamu punya itu. Contohnya: akta nikah cukup legalisir KUA kalo gak salah.. Nah begitu partner visa disetujui, berarti kita dapat status permanent resident (PR) alias sudah punya ijin tinggal+bekerja di Oz, gak perlu ijin yg lain, berlaku 5 tahun. Jika 5 tahun itu abis dan aku pas lagi di Oz, katanya si status PR-ku otomatis berlaku selamanya. Tapi kalo akunya ada di luar Oz maka aku harus balik ke Oz sebelum 5 tahun pertama itu abis.. Mungkin penjelasanku gak gitu tepat/lengkap tapi kira-kira gitu deh..

        Liked by 1 person

      4. jadi sepertinya memang birokrasi di sana tidak terlalu di persulit ya,btw partner visa itu apa mbak em?dan wah Permanent Resident setelah habis 5 tahun bisa berlaku selamanya,asiik gk usah repot2 perpanjang ijin tinggal lagi dong ya?

        Like

      5. Partner visa adalah izin tinggal di Australia bagi warga asing yg pasangannya adalah WN Australia atau pemegang PR Australia. Visa ini prosesnya lama, bisa sampe 2 tahun baru disetujui. Biayanya sekitar AU$ 3600, tiap tahun naik. Sambil menunggu, biasanya diberikan bridging visa (visa penyambung) dulu yg ketentuannya mirip regular visitor visa, biar masih bisa bolak balik Australia maksudnya.
        Kalo PR udah 5 tahun dan aku ada di Oz, maka otomatis lanjut PR-nya. Cuma kalo setelah itu masih mau keluar masuk Australia, maka harus mengajukan Resident Return Visa (izin keluar masuk Australia bagi pemegang status PR) yg kayaknya sih gak rumit dan mahal kayak partner visa..
        Punya status PR tuh impian semua orang karena hak dan kewajibannya sama seperti WN Australia kecuali gak boleh ikut pemilu. Nah gimana menurut kamu? Ada enak gak enaknya kan..hehehe..😄

        Liked by 1 person

      6. alamak, itu biaya partner visanya mahal banget yak dan tiap tahun biayanya naik, huft,,,
        tapi emang bener kata mbak Em, semua proses ada enak dan gak enangnya,,semuanya sama2 sulit, butuh kesabaran dan tentunya duit yang banyak buat ngurusin semua hal2 birokrasi itu,hehe
        btw makasih mb Em sudah berbagi informasi, saya jadi nambah ilmu 🙂

        Like

  3. Nice sharing Adhya. Mengingatkanku untuk membuat tulisan seperti ini supaya bisa sharing ke teman-teman yang menikah dengan warga negara Belanda. Ah, aku juga masih ada PR dari kamu yang belum sempat dikerjakan. Sabar yaaa 🙂

    Like

  4. aku ngerasain banget kok mba adhya ribetnya ngurus dokumen pernikahan dgn WNA hehe tp sih sekarang tinggal leyeh2 soalnya dokumennya udh selesai semua :D.. eh ga juga ding, tgl lapor diri ke KBRI Roma doang sama belajar bhs italia aja biar bs cas cis cus ngomong bhs italia hihi 😛

    Like

  5. Iya repot bgt dan aku ngerasain bgt rempongnya ngurusin dokumen pernikahan dgn wna cuma sekarang udh bs leyeh2 n bebas soalnya semua dokumen yg di butuhin selama aku tgl di italia udh selesai semua, tgl lapor diri ke KBRI Roma bulan maret besok :). Sisanya paling kursus bhs italia biar bs cas cis cus ngomong bhs italia sama suami hehe 😀

    Like

    1. yah aku tanggungan masih banyak nih, dokumen yang di butuhin masih belum lengkap semua, singsingkan lengan baju dan tetap semangat :-D, eh kita sama lagi belajar bahasa italia, mudah2an bisa cepet lancar ya ngomongnya biar bisa lebih pede kalau ngomong ke orang2 disini 🙂

      Like

      1. Iya mudah2an bs secepatnya lancar ngomong pake bhs italia. Makanya skrg aku lebih banyak coba ngomong sm suami hehe kalo dia ngomong panjang lebar paling aku cuma blg si oppure no aja atau ga pake bhs gado2 😀 habis masih malu kalo coba ngomong pake bhs italia, yg ada diketawain sm suamiku karena lucu :P. Sama paling aku nonton kartun doraemon di chanel boing buat nambah2 kosakata yg ga aku ngerti 🙂

        Like

      2. eh tau gak aku malah nonton kartun peppa pig buat latihan mendengarkan,aku jg kurang pede kalo di suruh ngomong oake bhs italia,msh malu2 gitu,klo ngomong sama suami semisal pengucapannya salah biasa di benerin sama dia,disuruh ngulang lagi,, uffa,,, 🙂

        Like

      3. suamiku juga gitu, kalo aku msh ngomong pake bhs inggris malah dikomplain huff 😦 sampe ngomong sama kucing aja (karena kita punya kucing piaraan dirumah) ngomongnya pake bhs italia. Kadang2 aku stres dan bosen sendiri karena ga ngerti sampe mrh2 sama suami gara2 blm fasih ngomong bhs italia eh yg ada dia malah bilang se parlare italiano è facile. .trus aku sahutin aja, ya buat kamu kalo buat aku difficile mending bahasa inggris ga ribet hehe. Kan tau sendiri kalo bhs italiano banyak perubahan grammatica nya 😥

        Like

      4. ahaha,,aku padamu banget deh mbak,,kita banyak kemiripan loh masalah bahasa apalagi kayaknya kita sehati,kalo lama tinggal disini kali ya baru mulai terbiasa pelan2 dulu,,aiih punya kucing?aku suka kucing juga tapi suamiku gk suka jadi gk bisa melihara kucing :-(,hiks,,

        Like

      5. Iya nih kayanya kita sehati soal bhs italia yg njlimet abis hehehe. iya kami punya 2 kucing sebenernya cuma yg 1 udh mati sebulan yg lalu karena sakit dan tgl satu lagi makanya kadang suamiku ajaib tb2 ngobrol pake bhs italia sm aku atau sama kucing hehehe tp sih sekarang lg di tekenin ngobrol pake bhs italia sama dia mungkin cape x suamiku ngomong pake bhs inggris mulu sama aku hehe 🙂 btw disini aku juga punya kenalan (sebenarnya sih istri teman suamiku) dia juga orang indonesia, tp udh pindah jd warga negara italia dan kadang kalau aku ketemu sama dia ngomongnya gado2 antara indonesia dan italia karena dia itu udh lama bgt tinggal disini (hehehe maaf ya aku jadi curcol nih sama mba adhya 😛 ). Mungkin tergantung seberapa sering kita interaksi dgn orang lain juga x ya, kalau sering praktek ngomong pake bhs italia mungkin dalam 1-2 tahun udh bs ngomong pake bhs italia hehehe.. :D. Akupun kalo sekarang ngomong pake bhs italia dengan 3-4 kata dulu soalnya blm bisa ngobrol berpanjang lebar dan itupun kadang mesti mikir dulu cara merangkai kata2nya bagaimana hehehehe 😀 dan kadang kalau salah suka dibenerin sama suamiku meskipun dalam hati malu kalau salah ucap : P

        Like

      6. yaah kasian kucingnya mati krn sakit ya, kucing yang satunya gak punya temen lagi dong, sedih :(. oh ya berarti mb wulan sama dgn mbak anggi di genova nikah sama orang italia juga, mb anggi juga punya kucing tapi lupa nama kucingnya siapa, kalo kucingnya mb wulan namanya siapa?
        saya malah ngomong bahasa inggris juga pas2an apalagi bhasa italia, parah, jadi ngomongnya gado2 juga, campur2 suda yang penting jadi kalimat dan suami mengerti apa yang saya maksud 😀

        Like

      7. Iya kucingku yg mati itu sakit karena ada gangguan di ginjalnya makanya umurnya ga panjang, aku berdua suami waktu awal2 kucingnya mati seminggu nangis mulu 😀 hehe..trus kucing yg satunya lg sekarang kaya linglung gitu ga punya temen, kasian sih cuma mo gmn lagi udah takdir hehe..klo kucing yg masih hidup itu namanya amber tp kadang aku plesetin aja jadi ember hehe cuma buat lucu2an aja sama suami :P.. bener tuh gpp ngomongnya campur2 yg penting ada usaha buat belajar bhs italia, suamiku juga kdg klo aku lg bljr ngomong pake bhs italia tp kadang suka ga langsung di denger dia, suka becandain aku dgn ngerespon pake bhs indonesia (karena aku sempet ajarin beberapa kosakata indonesia waktu itu misal apa atau siapa). Aku yg tadinya bete jd lgsg ketawa klo dia ngomong bhs indonesia walaupun cuma bilang apa, habis lucu aja logatnya 😀

        Like

      8. haduh kebayang sedihnya kehilangan kucing peliharaan yang tiap hari nemenin kita, kasiang kucing satunya jadi gak punya temen, pengen cari pelihara kucing baru lagi gak mb?oh ya btw mbak wulan punya blog gak ya?

        Like

      1. aku ga punya blog mba adhya, sebenernya aku demen banget cerita atau kenalan dan punya temen baru cuma mungkin karena sifatku yang straight to the point jadi kalo mo cerita ato share pengalaman suka bingung kalo aku tulis lewat blog, lebih suka ngobrol..hehehe 🙂 lagian aku agak gaptek soal blog ga ngerti gmn bikinnya (kalo kata tukul arwana, wong ndeso hahahaha 😀 ). sebenernya sih suamiku mau adopsi kucing lagi cuma aku bilang nanti dulu soalnya aku masih suka sedih kalau inget kucingku yg mati itu lagian aku dan suami punya planning buat pindah ke Indonesia dalam 3-5 tahun kedepan (semoga jadi 😛 ), takutnya kalau adopsi sekarang nanti bingung kucingnya siapa yg urus disini kalau jadi tinggal di Indonesia, karena suamiku orangnya ga tegaan, makanya mungkin adopsi kucingnya nanti aja kalau udah tinggal di Indonesia 🙂

        Like

      2. eh aku juga sebenarnya gaptek,baru belaja buat blog sekarang,yg ada jg cuma blog,Kalau FB,twitter,instagram semuanya aku gk punya malah,hehe
        eh ada rencana mau pindah ke indonesia kh?kok kita samaan sih,aku jg sebenarnya ada rencana me pindah mb wulan *curcol*, kalau seandainya jadi kayaknya lebih cepat gak sampe harus nunggu 3 tahun, btw klo pindah mb wulan jadi pindah ke indo kira2 menetap dimana nih? *kepo*

        Like

      3. Rencananya kalo jd pindah ke Indonesia, aku mau tgl di bali ato jogja secara aku sama suami pernah ke jogja waktu itu, kalo bali ya mba adhya tau lah hehehe kan bnyk bule yg suka dgn bali, malah lebih hapal bali drpd jkt 😛 Lagian suamiku ga betah sm macet dan panasnya jakarta makanya mo minggir sedikit hehehe..aku planning 3-5 tahun kedepan karena aku masih pengen jelajahin italia dulu hehehe 😀 tapi sih kalo lbh cepet pindahnya, ya alhamdulillah 🙂 soalnya aku udah ga betah liat apa2 disini mahal semua *tepokjidat* udah gitu kan mba adhya juga tau ya kalau italia masih krisis makanya apa2 serba sulit :(..maap ya aku jadi curcol hehe

        Like

      4. setuju! apa2 disini serba mahal ya,setiap mau beli selalu aku kaliin ke rupiah kok jatohnya jd mhal ya, dan bener kata mb Wulan kalau eropa sekarang lagi krisis ya ampun apa2 serba susah apalagi utk orng asing seperti kita ini,lebih enak tinggal di negara sendiri ya *ikutan curcol* 😀
        btw jogja banyak kenangannya loh buat aku dan suami krn waktu jaman pacaran dulu aku kan msh kuliah di jogja dan suamiku setiap liburan utk mengunjungi driku ke jogja, di jogja aja mb Wulan,apa2 serba murah meriah 😀

        Like

      5. Iya aku sih maunya jogja secara kan suami suka bgt makanan indonesia dan disana emg murah2 sampe suamiku ga percaya klo mkn enak aja bs murah bgt disana trus juga msh asri wilayahnya cuma yaa aku gimana suami karena dia mau yg di daerah pegunungan / pedesaan gt hehe :)..trus klo mba adhya sendiri gmn klo jd pindah ke indonesia, akan pulkam kah ato tgl di jogja jg ky rencanaku? Hehe 🙂

        Like

      6. hm,,aku kayaknya plg kampung deh ke maluku utara,kan salah satu tujuannya balik ke indonesia juga agar bisa lebih dekat dgn keluarga tersayang biar sya jg lebih gampang cari kerja disana, suami bisa buka usaha kecil2an, dan lagi kalau diberi rejeki punya anak kan bisa dititip ke oma opanya misal saya kerja,hehe
        tapi aku mendukung jogja mb wulan,aku kan pernah kukiah disana apa2 serba murah,tempatnya jg msh asri dan juga bener kata mb wulan,waktu suami makan disana,yang udah enak2 trus pas bayar dia juga kaget kok ya murah banget,hehe

        Like

      7. Bener sih kata mba adhya emang palinf enak pulang ke kampung halaman biar kalo di kasih rejeki anak ada keluarga yg bantu urus cuma ya gt suamiku ga betah sama panasnya dan macetnya jakarta makanya aku ngalah aja deh klo dia mau tinggal di jogja, yg penting bs pindah ke Indonesia hehehehe :D. Eh iya, kalo mba adhya pindah ke Indonesia, kalau saranku suaminya ngajar aja les2 bhs inggris atau bhs italia, emang sih pendapatannya ga seberapa tp ya itu klo mba adhya sependapat sm aku kalao ga ya gpp 🙂 cm kasih saran aja dan mohon maaf kalo saranku ga berkenan 🙂

        Like

      8. aih gak apa kok,ide yang bagus krn kmren jg sempat mikir gitu, sebenarnya mau ngajar bahasa inggris juga masalahnya suami kan bahasa ibunya juga bukan bhasa inggris walaupun bisa ngomong bhs inggris sih,tp takut ngajarnya salah/ soalnya kan dia bukan penurut asli bhsa inggris :-D, trus kalau bahasa italia sih memang lancar jaya krn dia kurang lbh udh 8 tahun tinggal dsini. oh ternyata mb wulan asli jakarta ya?gak apa kan ada penerbanan tiap hari jogja jkt bahkan tiap 2 jam ada kayakya,jadi kalo kangen keluarga tinggal terbang aja ke jkt yang penting masih sama2 di indonesia 😀

        Like

      9. Nggak kok, orang tuaku aslinya orang jawa cuma karena aku lahir dan besar di jkt, malah suamiku blm pernah ke kampung orang tuaku hehe kalau udh kesana makin jatuh cinta dia sm pedesaan :P. Suamiku juga bhs inggrisnya ala kadarnya, kdg klo aku ngomong tp dia ga paham malah dia suka stres sendiri 😀 dan tdnya aku jg sempet kepikiran mau nyuruh dia buka les2an buat anak sd klo jd tgl di indonesia cm suamiku orgnya ga sabaran buat ngajarin org lain hehe makanya mungkin mau buka usaha warung mkn atau toko baju kecil2an aja secara suamiku bs masak makanan italia 😀

        Like

  6. Hallo mba adhya,Nama sy andry dr Jakarta sy sudah membaca halaman Tunisian anda di atas sy mau nanya.waktunya berapa lm untuk menunggu proses pengurusan visa perkawinan dng orang romania Karena sy berencana menikah dng perempuan romania. Sy tunggu infonya.terimakasih

    Like

  7. Ass.. Mbak adhyasahib…perkenalkan, namaku yuni..dan aku berencana mau nikah ama orang rumania.. Syaratnya untuk nikah tuh, apa kita perlu mempelajari bahasa rumaniakah? Coz aku punya teman yg nikah ama org jerman, dan katanya syarat nikah ama org jerman hrus bisa bahasa jerman..sdgkn aku cm bisa bahasa inggris aja. Dan komunikasi aku ama cowokku pake bahasa inggris juga..makasih ya mbak atas jwbannya 😊

    Like

    1. Hai Yuni, apa kabar? untuk menikah dgn Warga negara Rumania gak perlu bisa bhs rumania kok, biasanya yg nikah sama WN Jerman/belanda di wajibkan bisa bhs negara tersebut krn terkait pengurusan visa mereka, dimasa salah satu persyaratannya merrka harus lulus tes bhs jerman/belanda di level tertentu. akan tetapi untuk visa kumpul keluarga ke rumania gak diwajibkan untuk bisa berbahasa sana jadi gak usah khawatir say, semoga jawabannya membantu ya 🙂

      Like

  8. Hi mba adhya…aq mau tanya dunk soal prosedurnya, cowo qu org romania tp stay di italy. Aq sudah selesai urus surat di KUA, habis itu prosesnya gmn yah? Mohon bantuannya please 😊

    Like

      1. Aq baru sampe proses kua mba, rencananya mau numpang nikah di italy…habis dr kua prosedurnya kmn lg yah mba? 😆

        Like

      2. Ooow mau nikah di italy, aku pikir nikah di indo, aku kemaren nikah di indo say jadinya cuman tau prosedur yg di indo aja. Kalo menurut aku untuk nikah di italy kayaknya lebih gampang deh prosesurnya, coba deh bilang calon suami tanya ke comune di sana persyaratan nikah di italy kayak apa, trus kalo butuh surat2 yg mau di legalisasi bisa minta tolong KbRI di Roma

        Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s