Arsip Harian: Oktober 6, 2016

Suami Bule Belajar Bahasa

  
Percayalah jika suami bule anda yang tinggal di Indonesia bisa berbahasa iIndonesia dengan baik maka alangkah indahnya hidup ini, jika bisa ngomong dalam bahasa setempat berarti kan sudah bisa mandiri, kemana-mana sudah gak perlu di temani. Namapun kota kecil jadi kemampuan orang lokal sini untuk bisa berbahasa inggris juga terbatas, beda kalau tinggal di kota besar. Sejauh ini perkembangan bahasa Indonesia suami saya cukup mamuaskan (cieee puji suami sendiri), dia sudah bisa ngobrol dengan orang lokal tanpa harus saya terjemahkan, pergi cuci mobil, tahlilan, akikahan pun sudah percaya diri pergi sendiri gak usah di temani lagi karena sudah bisa ngomong dan ngerti apa yang di bicarakan orang lain ke dia.
Setahun tinggal di sini perkembangan kemampuan berbahasa indonesia suami saya sudah lumayan pesat, sebenarnya sih bukan bahasa Indonesia tapi bahasa (pasarnya/melayunya) Ternate lebih tepatnya, karena yang dia dengar tiap hari ya bahasa orang sini jadi lebih cepat tangkap kalau orang yang ngajak dia berbicara dalam bahasa Ternate.

Berikut beberapa contoh reka adegan ketika suami menyampaikan informasi yang di dapat dari luar rumah: 

1. ceritanya dia baru pulang shalat di masjid dekat rumah

Suami : (ngomong dalam bhs inggris) tadi di masjid ada pengumuman katanya kalau mau ikutan qurban untuk sapi bisa 7 orang dan per orangnya bayar 1.750.000

karena saya gak yakin yang dia bilang itu bener jadinya saya iyain aja, tapi dalam hati nanti pasti ada surat resminya dari masjid. Beberapa hari kemudian suratnya datang dan memang sesuai dengan apa yang dia informasikan ke saya sebelumnya, luar biasa ni bule udah mulai pinter

2. Ceritanya udah 2 hari siaran tv di rumah kami gak berfungsi trus saya bilang ke dia

Saya : kok sudah beberapa hari ini siaran tv kita gak berfungsi ya?

Suami : oh, itu katanya karena ada orang yang nebang pohon trus pohonnya jatuh nimpa kabel dan ternyata itu kabel untuk tv cable di lingkungan kita jadi semua tetangga juga tv-nya gak berfungsi

Saya : masa sih? kamu tau dari mana? (secara kan ya saya gak percaya kok dia bisa tau kejadian itu dan saya gak!)

Suami : tadi pas aku pulang shalat dimesjid ketemu salah satu tetangga kita terus aku tanyain deh masalah tv yang gak berfungsi dan dia jelasin seperti itu

Wuiidiiih udah banyak aja temennya nih bule (glek…*lagi nelen ludah* makanya adhya… rajin shalat di mesjid biar bersosialisasi! jangan ngurung aja di rumah! ngumpul kek ma ibu-ibu pengajian/ariasan)

Dua contoh di atas kan sedikit banyak menandakan kalo dia udah bisa mengerti informasi yang di dapat dari luar dan udah bisa komunikasi dengan baik bersama orang lain, tapi terkadang saya sebagai istrinya selalu gak percayaan kalo dia bisa ngomong lancar dengan orang lain, takut ada kesalapahaman gitu, namun dia buktikan kalau dia bisa dan ini udah sejak kurang lebih 7 bulan tinggal di indonesia loh! luar biasa (kemudian bertanya pada diri sendiri : kenapa saya 2 tahun di Italy gak bisa ngomong dalam bahasa Italy selancar dia ya?! apa diriku yang lurang pintar? *cry*

Selain menyampaikan informasi dengan benar kadang juga ada beberapa pertanyaan dia mengenai kosa kata dalam bahasa indonesia yang membuat dia bingung semacam persamaan kata atau kata-kata yang mirip tapi berbeda arti, sebagai contoh  untuk persamaan kata yang pernah dia tanyakan seperti ini :

perbedaan Enak dan lezat apa?, bisa dan boleh, bikin dan buat, punya dan milik, selesai dan habis, kalau dan jika dan seandainya, memberi dan kasih, tukar dan ganti

contoh kalimatnya

1. Apa bedanya kalo dia ngomong “saya baru selesai nonton” dgn “saya baru habis nonton”? (ini ngejelasinnya gimana nih?mau tanya sama rumput yg bergoyang tp rumputnya kemaren dah di potong dan gak bisa bergoyang lagi)

Contoh untuk kata-kata yang mirip tapi berbeda maknanya dan sering bikin dia bingung dan salah ucap misalnya : 

cari-curi, pakai-pikir, kiri-kirim, teman-taman, renang-tenang, tangan-tangga-tetangga-tantangan

ada juga beberapa bahasa kekinian yang pernah di tanyain ke saya misalnya : 

Apa arti  “oke bingiiitss” atau arti “iya keleeeeus” ? (duh gusti siapa sih yg nyiptain kalimat ini! sekarang jadinya saya harus jawab semua pertanyaan si bule ini kan!)

Terkadang ada juga cerita lucu yang mana dia salah denger kalimat dari tv atau lirik lagu, misalnya : 

Ceritanya kita berdua lagi nonton TV, trus ada lagu yang liriknya kurang lebih seperti ini *semua hanya dusta…… semua hanya dusta* (gak tau juga lagu siapa ini, udah lupa)

suami bilang : Kenapa lirik lagunya  bilang “semua kena kusta?!” 

istri : cuma ngelirik sambil sodorin korek kuping >.<, itu dia bilangnya hanya dusta bang! hanya dusta! kenapa melipir sampe ke kusta kusta segala sih. (ih gue jedotin juga ni pala ketembok!) * bumil cantik lagi sensi* 😛

Pada intinya biar suami bule bisa cepat beradaptasi dengan bahasa setempat ya dia harus rajin bersosialisasi dengan lingkungan sekitar, semakin banyak dia mendengar maka semakin cepat dia mengerti dan tau, kalau dia gak praktek langsung di luar rumah maka mau kita ajarin bahasa sampe mulut berbusa pun si suami bule bakalan sulit untuk cepat bisa. Jadi suruh suaminya rajin-rajin keluar rumah, ngobrol ma tetangga jangan di kekep aja di dalam rumah, dengan rajinnya dia bersosialisasi, tetangga jadi lebih mengenal dia loh dari pada saya, dan dia juga lebih kenal tetangga kita dibandingkan saya, kenapa saya bilang begini? karena beberapa kali saat kita ketemu orang di jalan trus mereka bertegur sapa dengan suami saya setelahnya saya selalu bertanya

Saya : itu barusan siapa?

Suami : itu tadi tetangga kita, menantu yang rumahnya sebelah ma rumah pak X

Saya : loh kamu sampe tau ya menantunya rumah itu, (luar biasa ini bule antara rajin bersosialisasi atau kepo tinggkat tinggi beda tipis ya,hahahaha)

  
#neng, abang pergi ke masjid dulu ya

Sekian cerita bule belajar bahasa kali ini, nanti kalo ada perkembangan yang lebih baik akan saya update lagi tulisan ini menjadi part 2, ciao 😉