Cerita Teman Sekolah Bahasa

Menyambung cerita saya 2 hari sebelumnya tentang homesick, ternyata eh ternyata tidak cuma saya loh yang merasa homesick, ada salah satu temen sekelas saya dari sekolah bahasa yang cerita kalau dia mulai merasa homesick, dia cerita kalau mulai merasa bosan dengan rutinitasnya setiap hari yang hanya di rumah saja. Dia pengen banget kerja karena yang saya tau dari cerita dia sebelumnya kalau dia menikah dan ikut suami pindah ke italy (hampir mirip dengan pengalaman saya) dinegaranya dia itu perawat, dia berpikir begitu pindah kesini mungkin dia bisa langsung dapet kerja ternyata susah teman, ya emang susah kalau mau kerja di Italy ini sedangkan kita berstatus sebagai orang asing apalagi kita belom bisa bahasa sini. Boro-boro mau kerja, mau berangkat sekolah aja kadang nyasar, hehe. Dia tinggal di italy kurang lebih 6 bulan lah lebih lama sebulan dari saya.

Saya merasa kasian loh sama dia, karena setiap dia cerita selalu sedih, katanya dia tidak suka tinggal disini, setiap hari merasa hidupnya sia-sia terbuang percuma dirumah saja, dia juga cerita kalau sebelumnya dinegara dia walaupun dia punya 6 saudara tetapi hidupnya bahagia, selalu tertawa ngumpul bareng saudara-saudaranya. tetapi disini dia merasa kesepian, dirumah hanya seorang diri, jadi merasa lebih sepi dan sendiri, kadang mau nangis, katanya setiap dia telepon ke orang tuanya trus ortunya nanya dia selalu ngomong kalau dia bahagia disini padahal sebaliknya.

Saat dia cerita ke saya lalu saya sarankan kenapa tidak kembali saja ke negaranya bersama dengan suami, tapi dia bilang akan sulit untuk suaminya bisa bekerja dinegaranya. Hm,,, jadi bingung ya kalau udah kayak gini,,dia malah punya rencana untuk keluar dari italy dan pergi kenegara lain untuk bisa bekerja, lah trus suaminya gimana dong? (kepo), katanya ya biar di italy aja, kalau mau ikut sama dia ya sukur,,laah gimana ceritanya suami di tinggal begitu aja,,

Mudah-mudahan temen saya ini punya solusi yang terbaik ya, saya mau bantu ngasih saran juga gak tau mau nyaranin apa,,hihihi,,,jadinya ya saya bilang ke dia sabar aja, tunggu dan lihat perkembangan sampai satu tahun ini, kali aja dia bisa dapat kerja lebih cepat sehingga tidak merasa bosan dirumah saja. iya gak? atau temen-temen yang lain mungkin ada saran juga?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s