Arsip Harian: September 2, 2014

Pengurusan Dokumen Sebelum Menikah

Hari ini saya mau cerita pengalaman saya mengurus dokumen persyaratan menikah dengan WNA yaitu warga Negara Romania di indonesia. Ini sih sesuai pengalaman saya ya,,

Jadi begini ceritanya calon suami saya (sekarang sih udah jadi suami,,,ihhiiiiy,,,,) namanya Andrei,,,dia itu Warga negara Romania tapi tapiii,,,Domisilinya di Italy. Beberapa bulan sebelum menikah kami sudah mulai cek-cek informasi persyaratan menikah di indonesia. Waktu itu Andrei masih di Italy jadi dia coba telepon ke kedutaan Romania yang ada di jakarta,ternyata apa pemirsa,,,,,kedutaannya TUTUP sampai batas yang belum ditentukan!!!,,,laah,,,gimana ini,,,kita kan mau nikah,gimana ngurus surat2nya kalo kedutaannya tutup coba!! jadinya disuruh ngurus surat ijin menikah serta translate akte kelahiran di kedutaan Romania yang ada di singapura atau malaysia,,,yaeelaaah,,,nambah biaya ini,,dia kagak tau apa orang mau nikah lagi banyak pengeluaran,,,

Hmm,,,,akhirnya dengan beberapa bulan bertapa “lebay” muncullah ide untuk minta surat izin menikahnya dikedutaan Romania yang ada di italy sekalian minta di terjemahkan akte kelahiran suami ke dalam bahaya italy, setelah itu baru semua dokumennya dibawa ke kedutaan Indonesia yang ada di italy juga untuk selanjutnya di terjemahkan ke dalam bahasa indonesia,,,horeee,,,,,eitts,,,blom selesai,,,pas dokumennya dibawa ke KBRI salah satu stafnya menanyakan kenapa tidak di minta didutaan rumania yg ada di jakarta saja,,lalu kami jelaskan kejadiannya panjang dan lebar, untungnya KBRI mau membantu, tapiii tapiiii,,,,,KBRI minta data calon istri WNI serta surat pengantar dari KUA yang menyatakan kalo kami berdua adalah benar-benar sepasang calon suami istri. jadilah saya langsung ke Kelurahan minta dibuatkan surat pengantar menikah dll sebagai syarat di KUA,,nah pas di KUA jadi masalah karena mereka minta data calon suami dalam bahasa indonesia,,lah gimana,,kan ini masih proses pak makanya saya kesini,,untungnya kepala KUAnya mantan guru agama akyuuu waktu jaman SD dulu,,,akhirnya dibantu di buatkan deh surat pernyataan akan menikahnya, tentunya dengan penjelasan yang panjang lebar juga ya ke beliaunya,hehe,,

Langsung dah hari itu juga saya fax semua dokumennya ke andrei lalu dibawa ke kedutaan,,nah pas dikedutaan refffooot lagi pemirsa,,,,si andrei langsung telepon akyuu katanya staff KBRInya mau ngomong sama akyuuu karena ada masalah dengan surat dari KUA,,,,ampuuun dah,,blom kelar juga nih masalah dokumen,,,kata staf KBRInya surat dari KUA itu harus di legalisasi di kementrian hukum dan ham yang ada di jakarta,,,what?! pemirsa tau gk,,kalo saya itu tinggalnya di maluku utara tepatnya di ternate, kalo mau ke jakarta jauh booww,,,uang tiket PP lagi,,cape dehh,,,ternyata eh ternyata setelah bicara panjang lebar di tlp dengan staffnya trus saya bilang,,gak apa-apa karena kami menikahnya di indonesia trus dari KUA juga sudah saya jelaskan kalo dokumennya akan di translatekan di KBRI sana dan mereka setuju aja,,,akhirnya staff KBRI berkata “oh ya sudah kalo emang KUA mintanya gitu ya gk apa apa, lagian juga saya pikirnya kalian menikah disini” dyarrrr,,,jadi jadiiii tadi bicara panjang lebar itu menjelaskan ini dan itu ternyata beliau mikirnya kami mau menikah disana? (padahal saya udah mikir harus berangkat ke jakarta loh),,akhirnyaaa,,,jadilah semua dokumen di translate kedalam bahasa indonesia.

Sooo,,,disini skalian saya mau berterima kasih ni sama bapak kepala KUAnya yang ada di tempat saya karena segala pengurusan surat bisa cepat dan beberapa dokumen yang blom lengkap bisa disusul kemudian setelah calon suaminya datang ke indonesia misalnya sertifikat muallaf calon suami dll. skalian juga mau berterima kasih sama staff KBRI yg ikutan pusing ngurusin masalah kami,,hehe,,makasih ya pak,,

saya masih ada cerita nih rempongnya pengurusan dokumen setelah menikah. tapi tapii,,,,,dilanjutinnya nanti aja yah ciao,,,,